Untukpertanyaan, hanya 3 pertanyaan itu yang diajukan sama gw, sisanya lebih ke ngobrol dan memberikan info mengenai aturan yang ada di Starbucks. Jadi gini, untuk kerja part time yang gw pilih, aturan jam kerjanya itu per 1 minggu minimal kerja 20 jam, dan boleh lebih juga.

Pengalaman Kerja di Starbucks – Pada artikel ini penulis akan membagikan kisah yang diambil dari orang yang pernah bekerja di Starbucks. Bukan hanya satu, melainkan banyak sumber yang dijadikan satu demi menyajikan bacaan yang informatif serta dapat dipercaya. Starbucks adalah brand kopi yang fenomenal atau bisa dibilang ngehits, bukan tanpa alasan, mereka mendapatkan julukan seperti itu berkat sepak terjangnya selama ini. Di atas kertas, pelayanan dari pegawai Starbucks sendiri bisa dibilang sangat berkualitas dan profesional layaknya satpam BCA. Banyak sekali customer yang setuju dengan hal tersebut, mereka datang ke gerai Starbucks bukan hanya ingin menikmati kopi melainkan mendapatkan layanan yang menyenangkan. Hal ini juga yang membuat harga kopi mereka tergolong mahal, tapi jika dipikir memang layak, dengan harganya segitu kita akan mendapat fasilitas, suasana, kebersihan gerai yang terjaga, pelayanan barista yang baik, dan tentu saja rasa kopi yang enak. Semua itu membuat pelanggang mendapatkan kepuasan tersendiri. Pengalaman Kerja di Starbuck Bercerita mulai dari melamar kerja di Starbucks, yang kebanyakan dilakukan melalui tahap walk in interview. Kenapa tidak kirim langsung saja lamarannya drop cv? Berdasarkan bocoran’ dari orang yang bekerja di Starbuck, drop cv mempunyai kesempatan dipanggil yang kecil dibanding jalur walk in interview. Syarat Melamar Kerja di Starbucks Jangan lupa menyiapkan berkas-berkasnya sebelum datang untuk melamar kerja di SB ini. Apa saja yang dibutuhkan? Curriculum Vitae CV Surat Lamaran Kerja Sertifikat TOEFL Optional Fotocopy KTP Fotocopy Ijazah Pendidikan Terakhir Foto 4×6 Jika kamu ingin melamar kerja lewat jalur online, bisa lewat link berikut – di sana kamu bisa apply lamaran kerja. Melanjutkan poin sebelumnya untuk walk in interview, berdasarkan kabar yang beredar bahwa pelamar kerja di Starbucks itu jumlahnya banyak jadi kalau kamu tidak mau antri lama ya silahkan datang lebih awal dari waktu yang dijadwalkan. Pelamar kerja juga tidak harus menggunakan pakaian hitam putih, boleh pakai kemeja bebas asalkan rapi dan teruntuk pelamar perempuan hendaknya memakai make up meski sedikit. Oh jangan lupa juga pakai parfum! Interview di Starbuck Pakai Bahasa Inggris? Mungkin kamu bertanya hal serupa, saat pertama interview kita disuruh perkenalan dengan menggunakan Bahasa Inggris, tapi setelah itu menggunakan Bahasa Indonesia, ya selayaknya orang ngobrol gitulah. Hanya saja prosedur wawancara ini tidak selalu sama bagi setiap orang. Pengalaman Kerja di Starbucks Apa Saja yang Ditanyakan Pewawancara? Ya sama seperti pekerjaan lainnya, pertanyaan yang diajukan adalah hal yang umum default, jika kamu sering melamar kerja pasti tau. Lagi-lagi pertanyaan interview ini tidak selalu sama ya! Lantas apa saja yang ditanyakan kepada pelamar kerja di Starbucks? Apa motivasimu mendaftar di SB? Apa kelebihan kamu yang membuat kami bersedia memperkerjakan kamu? Kemungkinan saat kerja di Starbucks bisa sampai larut malam, mungkin jam 1 pagi bahkan jam 3 pagi, kamu siap? *Entah itu benar atau tidak kerjanya selarut itu Kalau ditempatkan di area yang jauh gimana? Bagaimana dengan keputusan orang tua, apakah mereka mendukung? Pernah bekerja dimana saja? Sedang kuliah atau tidak? Uda mam lum? udah makan belum *Gak ding, bercanda ini Jika kamu ingin melamar kerja di Starbucks ada baiknya latihan’ menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selain itu jika kamu berlatih, kamu tidak akan gugup saat wawancara kerja. Baca juga Pengertian dan Tugas General Affair Dalam Perusahaan Waktu interview juga suasananya santai kok, atmosfirnya tidak seberat yang kita kira. Lebih mirip seperti ngobrol biasa bahkan diselingi tertawa bersama. Lalu diterima atau tidak? Saat itu setelah interview mereka bilang kalau seminggu kemudian baru akan ditelfon masalah diterima atau tidak menjadi pegawai Starbuck. Nyatanya di hari ke 11 baru ditelfon untuk mengikuti proses selanjutnya, yaitu medical check up. Jika sudah sampai ke tahap ini sebaiknya kamu persiapkan kesehatanmu semaksimal mungkin sebelum hari H. Masuk ke masa training pelatihan di sana kamu akan diajari tentang ilmu perkopian Coffee Knowledge, cara bikin, kopi, cara minum kopi, cara meracik kopi, cara pelayanan dan lain-lain. Kamu akan merasa dapat kelas kursus barista secara gratis. Intinya pas kita bikin kopi jangan sampai custumer merasa rugi sudah beli kopi kita. Mereka berhak dapat rasa dan pelayanan terbaik. Tak lupa, di sana nanti dijelaskan tentang jenjang karir saat bekerja di Starbucks, untuk bisa jadi pegawai tetap syaratnya apa, syarat untuk jadi SPV, SM, dan seterusnya. Berapa lama waktu pelatihan? Bisa dibilang sih cukup lama karena durasinya nyaris sebulan, lebih tepatnya selama 22 hari. Note Untuk kerja full time diutamakan yang sudah punya pengalaman di dunia f&b Sistem dan Jam Kerja di Starbuck Jika kamu bekerja di gerai SB maka kamu akan mengikuti jam kerja yang dibagi-bagi karena menggunakan sistem shifting. Ada tiga shift yang biasa digunakan, seperti di bawah ini Opening Shift – Pembukaan toko ini berbeda-beda tergantung dimana kamu bekerja, jika kamu kerja di mall ya kamu mengikuti waktu buka mall itu sendiri, jika di area perkantoran biasanya jam 8 atau 9 pagi sesuai orang kantor kerja. Di awal buka ini maka kamu harus menyiapkan keperluan operasional seperti mesin kopi, menyiapkan susunan sirup, kue dan lain-lain supaya kerjanya enak. Middle Shift – Enaknya middle yang datengnya di sela-sela operasional yaitu tidak harus buka toko. Mungkin hal pertama yang dilakukan bagi yang masuk middle ini ya bersihin meja dan bar area karena area tersebut menjadi fokus Starbucks. Closing Shift – Karyawan Starbucks yang masuk kerja di jam inilah yang rasanya paling apes’ karena kerjanya repot. Apa saja? Laporan balancing food, balancing merchandise, kopi, laporan penjualan dan menunggu SPV report ke sistem, pokoknya banyak banget. Di akhir jam kerja juga kamu harus membersihkan toko supaya besok pagi siap untuk digunakan setelah buka. Ya, shift terakhir ini memang menguras tenaga, tak jarang sampai ada yang pulang sekitar jam 1 sampai 2 pagi. Bagaimana Rasanya Kerja di Starbuck? Rasanya seru, di sana kita bisa jadi ahli dalam membuat kopi selain itu juga skill komunikasi kita akan meningkat karena sudah pasti tiap hari bertemu pelanggan dan jangan salah, di gerai Starbucks dalam sehari bisa ratusan pengunjung. Suka Duka Kerja di Starbucks Pasti di tiap kerjaan ada yang namanya plus minusnya masing-masing, tak terkecuali jadi pegawai SB. Nah untuk kekurangannya duka bisa dilihat sebagai berikut Kekurangan Harus kerja cepat – Jadi karyawan Starbucks itu ga boleh loyo soalnya orderan ngalir terus apalagi jika kamu kerja di gerai yang memang ramai pengunjung seperti kawasan elit, perkantoran, ataupun rest area. Pulang kerja pagi – Ternyata jam kerja yang sampai jam 1 – 2 pagi itu bener banget, kenapa kok bisa selarut itu? Ya tiap selesai kerja harus bersihin toko dulu, nyapu ngepel, beresin dapur, bersihin toilet, ngelap meja, maupun menghitung uang. Kadang dipandang rendah – Memang sih kerjanya gak sekeren kerjaan lain walaupun citra Starbucks itu tergolong tempat nongkrong yang eksklusif tapi kan karyawannya biasa aja kerjanya, nyapu ngepel seperti selayaknya pelayan di tempat lain. Capek – Namanya juga kerja fisik pasti capek apalagi kalau belum terbiasa dengan yang namanya kerja cepet. Seakan kamu tidak punya waktu untuk santai, lagi gak bikin kopi yaudah ngerjain yang lain nyapu, ngepel, ngelap. Harus ramah – Kerja di sini diutamakan pelayanan yang ramah, hanya saja tidak tiap hari suasana hati sedang baik, ada kalanya lagi galau, sedih atau marah. Jika demikian, kamu tetap harus profesional, silahkan berpura-pura ceria selama jam kerja. Baca juga Pengalaman Kerja Menjadi Driver Ojek Online Kelebihan Jenjang karir jelas – Karena bekerja di perusahaan yang ternama dan punya citra yang baik, jadi tak heran kalau jenjang karirnya jelas. Mereka bahkan tidak menyebut karyawan sebagai karyawan, melainkan mitra. Libur 2 hari – Dalam seminggu karyawan Starbucks dapat jatah libur dua kali, udah kayak PNS aja. Tapi bukan sabtu minggu karena sistem kerjanya shifting. Kamu punya lebih banyak waktu untuk berkumpul dengan orang terkasih. Banyak relasi – Selain dapat kenalan sesama karyawan yang ramah, kita juga bisa kenalan ke custumer kalau berani bisa jadi mereka nanti jadi rekan yang menguntungkan. Skill bikin kopi dan komunikasi meningkat – Meningkatnya pun drastis tapi tetap bertahap, hehe. Cara kita bertutur kata juga makin baik karena sering ngobrol dengan custumer. Selain itu pengetahuan seputar kopi juga membuat kita berkesempatan bisa bikin kedai kopi sendiri. Tempat kerja asik – Sekali lagi gerai Starbucks itu bukan kaleng-kaleng, tempatnya nyaman. Selain itu juga karyawan dapat jatah kopi gratis tiap harinya. Pertanyaan Seputar Kerja di Starbucks Kerja di Starbucks harus bisa Bahasa Inggris? Tidak, tapi jika kamu menguasai Bahasa Inggris, kans kamu diterima kerja akan lebih besar. Apa pendidikan minimal untuk jadi barista? Tidak perlu tinggi-tinggi, hanya butuh ijazah SMA atau sederajat sudah bisa. Kecuali kamu melamar bagian Store Manager, Asistant Manager, dan SPV. Melamar kerja barista di Starbucks harus bisa bikin kopi? Tidak kok, kamu bisa memulainya dari nol. Untuk pengetahuan tentang kopi akan diajarkan dalam masa training, namun jika kamu memiliki pengalaman tentu lebih diutamakan. Berapa gaji barista di Starbucks? Gaji seorang barista full time di Starbuck sesuai dengan UMK yang berlaku di tempat kamu bekerja. Selain gaji pokok, kamu juga mendapatkan insentif seperti bonus penjualan dan customer voice achicve. Untuk gaji part time barista mendapatkan bayaran sekitar Rp sampai Rp per sembilan jam kerja. Berapa lama perjanjian kontrak kerja? Bekerja di Starbucks umumnya terikat kontrak selama 1,5 tahun dengan penahanan ijazah selama satu tahun. Saat ini penahanan ijazah entah masih ada atau tidak, karena sudah tidak relevan dengan zaman. Jika kita resign sebelum satu tahun kontrak maka kita akan dikenakan pinalti atau denda. Untuk karyawan part time berkisar Rp dan untuk full timer itu sebesar Rp *kalau tidak salah. Apakah barista boleh mengenakan hijab? Sejauh informasi yang didapatkan penulis, seorang barista di Starbuck tidak boleh mengenakan hijab. Tapi entah di kondisisi dan tempat tertentu bisa saja berbeda.

Perbedaanpart time dan full time di starbucks indonesia : Part time : Bekerja minimal 20 jam dalam 1 minggu. Untuk jadwal bisa menyesuaikan dengan kegiatan kamu lainnya. Full time : Bekerja 5 hari kerja dan 2 hari libur. Untuk libur tidak bisa memilih hari liburnya. Untuk gajinya juga berbeda antara part time dan full time. 'kalo semisal keterima di Starbucks, aku mau ceritain pengalaman walk in interview Starbucks di blog' Tadaaa, ini yang bikin aku nulis kali ini. Sebelum aku daftar kerja di SB, aku cari cari nih info kaya pengalaman dsb gitu di internet. Ternyata banyak juga yang bikin tulisan pengalaman mereka daftar di SB. Tapi rata-rata keluaran tahun lama. Mungkin karena jaman sekarang udah jarang yang nge-blog kali ya. Atau karena emang masuk SB udah bukan hal yang spesial lagi kali ya haha.. Jadi dari tahun 2018, aku udah di paksain yule buat daftar SB. Tapi gatau kenapa rasanya minder aja gitu dan aku belom berani daftar. Akhirnya 2019 ini, si fifi bikin story WA yang intinya dia bingung mau daftar atau engga. Waktu aku tanyain daftar apa, dia ngasih info Walk In Interview nya Starbucks. Aku sendiri ga follow instagram karisstarbucksindonesia jadi aku gatau info infonya. Ini dia posternya. Akhirnya aku janjian daftar bareng si fifi. Berhubung aku sebelumnya udah siap daftar pekerjaan, aku udah nyiapin berkas berkas buat daftarnya. Ini berkas yang aku bawa waktu itu, diklip terus dimasukin ke amplop coklat. 1. CV pribadi ini buat sendiri hehe 2. CV Starbucks ini ngisi di web nya SB. Tinggal di save as pdf terus di print 3. Surat Lamaran aku tulis tangan tapi boleh diketik sih 4. Fotokopi KTP 5. Foto 4x6 6. Fotokopi SKCK ternyata ini gakepake, nanti aku jelasin dibawah Berhubung aku baca di blog lain kalau daftar SB tuh rame banget, dateng satu jam lebih awal aja antrenya udah numpuk, akhirnya aku berangkat dari rumah satu jam lebih awal. Berhubung rumah aku jauh dari tempatnya aku sampe sana 15 menit lebih awal. Dan disana ternyata sepi. Aku bilang aja ke kakaknya mau walk in interview, terus di suruh isi absen gitu. Aku dapet urutan nomer 6. Waktu itu juga aku ketemu temen baru namanya kak luhde hehe. Kita ngobrol lama sambil nungguin interviewnya soalnya katanya yang mau interview agak telat. Emang iya ternyata mereka telat datengnya, aku sendiri baru kedapetan interview satu jam setelah itu. Pakaian untuk interview biasa aja. Aku pakai kemeja, jeans hitam sama sepatu kaya flatshoes gitu kali ya. Yang penting sopan dan rapi aja. Untuk yang perempuan jangan lupa pakai make up tipis aja biar seger. Pakai parfum juga biar wangi ok. Waktu ngerti interview nya udah mulai aku sama kak luhde ke kamar mandi dulu, gapake ijin hehe. Waktu balik, baru duduk lima menit kak luhde udah dipanggil. Aku ngobrol sama mas mas sebelahku, katanya dia nomer urut 11. Lumayan ya ternyata yang ikut interview. Akhirnya aku dipanggil. Terus interview nya ya biasa aja. Kaya interview kerja biasa. Tapi ini tempatnya di tempat terbuka. Interviewer nya sendiri ada dua, yang satu wanita yang satu pria. Itu acak sih urut berdasarkan nomer yang dipanggil. Jadi semoga kalau kalian daftar dapet interviewer yang enak yaa.. Buat yang tanya full english atau engga, jawabannya engga. Awalnya disuruh memperkenalkan diri pakai bahasa inggris, baru setelah itu wawancara biasa pakai bahasa indonesia semua. • Ditanya apa motivasimu daftar SB • Ditanya apa kelebihanmu yang buat SB mau merekrut kamu • Ditanya kalau di SB kan kerja nya bisa sampai pulang larut malam sampai jam 1 pagi atau tiga pagi siap nggak • Ditanya kalau kedapatan area yang jauh gimana • Juga ditanya orang tua mendukung atau tidak. Waktu itu aku juga ditanyain pengalaman kerja sama lagi kuliah atau engga. Aku sendiri nggak kuliah dan nggak minat kuliah dan pernah kerja part time selama kurang lebih 6 bulan di PHD yang mana masuk ranah FnB juga. Diminta ngejelasin tugas di kerjaan sebelumnya dan kenapa keluar. Oh iya, sebelumnya ditanya mau daftar sebagai fulltime atau part time. Aku jawab bisa fulltime bisa part time haha. Terakhir si Ibu yang interview aku bilang 'dalam satu minggu kedepan akan ada yang mengubungi kamu dari Surabaya. Ini nomernya aktif kan?' disini aku batin sih kok ibunya bilang akan dihubungi tanpa bilang 'kalau diterima' ya. Hmm Interview nya santai banget. Aku aja pakainya 'aku' bukan 'saya'. Terus sempet ketawa ketawa juga sampe aku nutupin muka pake tangan wkwk. Jadi santai aja yaa jangan tegang beb. Akhirnya udah selesai interview nya. Aku ditungguin kak luhde dan akhirnya kita pulang bareng. Sayang banget ternyata kak luhde gabisa ngelanjutin interview nya karena dia masih semester 3 yang mana masih sibuk kuliah. Temenku si fifi juga sorenya walk in interview, sangat disayangkan dia juga gabisa interview karena masih kuliah semester 3 juga. Bolehnya semester 4 keatas. Jadi pastiin kalau kalian masih kuliah, boleh banget kalau mau coba cuman jangan menaruh harapan terlalu tinggi ok. Karena dijatuhkan oleh ekspektasi diri sendiri kan sakit. Hahaha.. Seminggu kemudian aku cukup sedih ya karena ternyata gaada telefon apapun. Beberapa kali aku check nomer ku juga karena takut error dan sempet error. Tapi nomerku aktif aktif aja kok. Baru 4 hari kemudian alias 11 hari sejak interview handphone aku dapet panggilan dari surabaya. Posisinya aku lagi tidur siang dan kebangun karena dering telepon langsung disaat itu juga ibu nya dari Surabaya mau mewawancarai aku. Aku yang setengah sadar akhirnya jawabnya berantakan di wawancara yang kedua ini juga di tanya tanya menggunakan basa inggris. Awalnya bahasa indonesia baru endingnya bahasa inggris. Pertanyaannya kurang lebih sama seperti yang aku tulis di atas, beda nya harus jawab pakai bahasa inggris. Aku sempat jawab pakai bahasa indonesia dua kali karena nge blank bangun tidur. Tapi di jawab 'bisa tolong dijawab pakai bahasa inggris'. Akhirnya jawab pakai bahasa inggris walaupun belepotan deh. Waktu telefon berlangsung aku sempat ditanya instagram dan alamat email juga. Akhirnya diminta untuk medical check up di tempat yang sudah ditentukan. Jadwal dan tempatnya diberitahukan lewat email. Waktu itu aku lagi batuk batuk padahal mcu nya ada rontgen paru paru juga. Malam nya aku minum banyak air putih hangat dan besoknya berangkat mcu sambil berdoa semoga diberi yang terbaik. Di blog temen temen yang lain aku pernah baca ada yang gagal keterima setelah mcu jadi was was juga kan takut ngga keterima. Selang 4 hari kemudian baru jam 10 pagi masuk panggilan telepon dari SB memberitahukan bahwa aku berhasil keterima sebagi part time yeeyyy. Makasih buat yule, fifi, kak luhde dan temen temen yang lain hehe. Cukup bingung juga gimana nasibku sebagai part time karena aku mikirnya part time masuknya sedikit dan rumahku kan jauh banget dari tempat kerja. Gimana kalau pulang malem malem banget. Pasti capek.. Tapi yauda deh pikir nanti aja hehe Akhirnya besoknya aku serahin berkas berkas yang dibutuhin termasuk ATM BCA. Kalau belum ada pasti disuruh buat dulu. Untuk SKCK ternyata nggak di butuhin, yang dibutuhin adalah Fotokopi KK, Surat Keterangan KerjaPaklaring dan berkas berkas lainnya. Kalau kalian kerja dan berencana untuk resign jangan lupa minta paklaring tadi untuk daftar kerjaan berikutnya yaa.. Kemudian lusa nya aku langsung masuk untuk training hari pertama. Ada dua orang yang keterima, aku sama mas mas. Aslinya ada satu lagi dari call centre tapi dia tidak menunjukan batang hidungnya. Sayang sekali ya Untuk syarat syarat mendaftar SB sendiri aku kurang yakin. Di posternya sendiri udah ada syarat syaratnya yaitu umur 18 - 24tahun, dll. Untuk fulltimer minimal 1 tahun pengalaman kerja dan untuk part time bisa bekerja minimal 4 hari dalam satu minggu. Boleh berkacamata kok soalnya ada yang berkacamata. Tinggi dan berat badan juga ngga pengaruh. Ngga harus cantik atau ganteng juga karena aku pun gacantik ' asal keliatan humble dan ngga jutek udah ok banget. Waktu training di awal enak banget asli, rasanya kaya ikut kelas kopi gratis hehehe. Padahal aku ngga begitu suka kopi, lebih suka cokelat. Belum suka aja kali ya. Terus dijelasin juga jenjang karirnya. Untuk bisa ke fulltime harus apa aja dan butuh waktu berapa lama. Buat bisa jadi SPV, SM, dst harus apa aja itu semua nanti dijelasin. Untuk training sendiri waktunya emang cukup lama ya, 22 hari training dalam jadwal part time yang ditentukan. Jadinya kurang lebih 2 - 3bulan baru selesai training. Untuk jam kerja nya aku baca baca di blog lain kalau fulltime 5/2 yang artinya 5 hari kerja dan 2 hari libur. Dan part time minimal 20jam seminggu. Tapi di posternya minimal bisa kerja 4 hari seminggu. Sedangkan upah sendiri aku dapet bocoran ya cukup ya untuk tambah tambah jajan. Sisa kok. Seharinya 100ribu lebih di tempat aku. Tinggal dikaliin berapa hari masuk aja. Kalau yang fulltime dapat upah UMR. Kayanya beda beda juga sesuai wilayah.. Kemarin aku jalan training hari ketiga dan besok hari ke empat. Semoga lancar dan aman yahh.. Udah cukup itu ceritaku. Kalau kurang jelas atau ada pertanyaan bisa tanya di kolom komentar yahh. Mohon maap dan terimakasih banyakk.. 💜Zendena Distarbuckssaya mempunyai banyak pengalaman yg menyenangkan disini saya belajar membuat minuman,conversation dengan customer,menawarkan makanan dan minuman serta saya belajar pengetahuan tentang kopi dan saya senang dengan itu
PENGALAMAN NGELAMAR DI STARBUCKS PART TIME part-1 Sekarang gue mau share pengalaman nyoba part time di starbucks, oke pada tanggal 13 Agustus 2018 temen gue ngabarin kalo ada lowongan walkin interview Starbucks dan emang pada saat itu gue lagi ambis-ambisnya pengen ngehasilin duit sendiri dan so dengan semangatnya gue mau mencoba itu dan dimulai dengan gue ngumpulin berkas2 seadanya kayak 3x4. oke jadi di hari itu share sedikit rambut gue gondrong dan pas saat itu gue cuman mikir klo gue interview starbucks emang boleh panjang cmn gue kayak bodo amat dan yaudahlah gue iseng nanya di youtube sama orang yang share kerja di starbucks ... terus gue tidurlah dan tbtb pas bangun pagi gue check dia bales comment gue dan ternyata starbucks ganerima rambut panjang dan dengan paniknya gapanik jugasih gue nyari cukur rambut yang buka pagi-pagi dan fyi gue interviewnya itu jam 10 pagi dan akhirnya gue beres2 dan memutuskan untuk potong rambut sebelum gue interview dan ternyata udah hampir jam 10 gue nunggu depan tukang potramnya belom buka2 dan gue kayak "klo sampe jam 10 ini gabuka gue langsung cabs ajalah" tp tbtb tukangnya dateng dan akhirnya gue potong jam 10 pas dan gue kayak rada telat 15 menit gitu.. tapi alhamdulilah tempat interview gue deket banget sama rumah gue dan akhirnya gue smpe sana jam 1015 dan ternyata cuy rame juga dan gue berusaha masuk ke anterian yang rame tersebut dan dengan kekuatan menyelak jangan ditiru... gue berhasil absen di urutan 47... dan gue pikir2 banyak juga ya yang mau ikutan interview disitu dan yaudahlah ada sekitar 80an orang yang absen disituu dan gue nunggu dan ngobrol2 sama orang disituu share2 pengalaman dll.. apalah gue cmn mahasiswa-_-, dan akhirnya sekitar jam 1an gue dipanggil masuk dengan rasa degdegan tp ternyataa Mbak HRD nya baik dan emang ditanyain pertanyaan bahasa inggris tp diawal2 dia nanya "sekarang kuliah dimana?bisa gak bagi waktu kuliahnya?"dan mau kerja distarbucks mana?" gtgtt terus akhirnya gue ditanya bahasa inggris dan dia cuman nanya "why we have to choose you among the other?" kebetulan gue cukup bisa sih berbahasa inggris dan emang gue udh mempersiapkan pertanyaan yang gini2 dan gue bisa jawab sih hehe terus dia nanya lagi "how long will you stay in this job" terus gue agak gagap jawabnya dan gue bilang "i can work as long as i could" dia nanya lagi "kira2 berapa lama tuh" gue bilangnya sih "more than one years" dan setelah gue ngomong kek gitu gue merasa gue ky salah ngomong gitu... dan ky "aduh oon" tp yaudahlahh abistu gue selesai deh interviewnya gitu doang.. padahal gue expect ditanya yang aneh2 wkwk soalnya dengan pertanyaan kek tadi doang kurang menjatuhkan dan gue ngerasa kurang ngeshare diri gue aja ke dia cuman yaudahlah bagus gitu doang wkwk.. dan akhirnya gue keluar dengan rasa lega dan yaa gue pulang deh dan disuruh tunggu klo emang gue keterima akan ada info lebih lanjut dari pihak Starbucksnya ngehubungin gue dan yaudah gitu ajasihh hehe.. Tunggu part-2nya! kalo emang keterima lanjut kalo ga ya yaudah
halo bang. bang, tau gak kontrak pertama sebagai pekerja part-time di starbucks brp lama? jika 1 tahun, apakah bisa dinegosiasikan? kebetulan aku udah ada panggilan sebagai pekerja part-time di starbucks dan sudah medical check-up namun belum teken kontrak. tapi di satu sisi ternyata sidang skripsi di kampus bisa tepat waktu dan jadwal wisudaku bisa lebih cepat dari yg diperkirakan (akan wisuda sekitar akhir agustus, target sebelumnya november 2017). jadi org tuaku 'nyaranin' utk tdk teken
Ini aku tulis karena geram pada tanyain kenapa orang sebegok aku bisa diterima di Starbucks. Dan menepis segala pemikiran bahwa kerja di Starbucks itu kayak kerja di kedutaan Amerika. Oh No! Well, biar kalau ada yang tanya jadi aku arahin aja ke blog ini. . Bekerja dimanapun, ada enak dan enggaknya. Kalau nggak percaya ya coba aja. Termasuk di starbucks, coffee shop bergengsi dan sedikit mahal untuk ukuran minuman kopi. Kenapa aku bisa masuk ke Starbucks? Langkah pertama yang harus dilakukan adalaaaahhh........ Melamar kerja ke starbucks. Ya iyalah, nggak akan mungkin starbucks tiba-tiba nyuruh aku duduk, interview, kerja. Siape elu?. Akhir tahun 2015 starbucks berencana buka cabang pertama di Pekanbaru. Jadi mereka open recruitment besar-besaran. Dicari 1 orang Store Manager, 1 orang Asistant Manager, 3 orang SPV dan sekitar 30 Barista. Karena aku tau diri, pengalaman kerja juga baru 1 tahun -magang- maka aku coba lamar posisi Barista. Interviewnya full english nggak sih? ENGGAK!! Aku yang belum lulus kuliah dan englishnya masih acak adul, mencoba combain antara english dan bahasa Indonesia. Untungnya interviewer juga nggak pake full english. Oh iya, untuk posisi barista minimal ijazah SMA, karena aku juga belum lulus dan masih ngerjakan skripsi, yaudah aku pake ijazah SMA dan lamar posisi Barista. . Interviewnya juga biasa aja. Malahan lebih mengerikan interview magang di hotel waktu aku masih kuliah. Yang ditanya sama Interviewer sekitaran pribadi kita, pengalaman kerja, sekarang lagi sibuk apa, udah ada pacar apa belum INI SERIUS AKU DITANYAIN GINIAN terus rumahnya dimana, punya kendaraan apa enggak dan hal-hal yang santai, ngomongnya juga nggak SAYA-KAMU, tapi AKU-KAMU. Dan ternyata Starbucks itu memang mengutamakan keramahan, bukan hanya ke customernya tapi ke sesama karyawannya juga, mereka ramah banget, nget, nget, nggak akan ditemui interviewer galak. Genuine! Itu kata yang dijunjung tinggi sama starbucks. . Setelah lulus interview pertama, malamnya aku di SMS. Disuruh datang besok pagi untuk tandatangan kontrak. Kaget? Banget! Lah, interview juga kayak main main gitu. Besoknya aku datang, udah ada beberapa orang yang datang nungguin interview. Masuk ke ruangan, terus disuruh isi biodata dan dijelasin kontraknya gimana. Kami di Training selama 5 minggu di Surabaya. Ada yang di training di Bandara juga ada yang di Mall. Tersebar di daerah surabaya. Semua ditanggung sama Starbucks, mulai dari transportasi pulang pergi, uang saku 80ribu perhari, penginapan Kos yang nyaman Ada AC nya, nyaman dong, kosan aku aja nggak pake AC serta transportasi dari kosan ke store starbucks. Enak dong ya? Hahahaha enak banget. Untuk ukuran mahasiswa tingkat akhir yang datang dari kampung, itu luar biasa bagiku. . Setelah tandatangan kontrak, kami dinyatakan sebagai karyawan Starbucks. Wuih, seneng banget. Aku langsung telfon ayah, kakak, tulang, nantulang, udak, nanguda sampe ke keponakan aku yang 9 tahun aku kasi tau. Tetangga juga aku telfon. Aku dengan bangganya bilang kalau aku diterima di Starbucks sebagai Barista. Tapiiii, reaksi mereka nggak mendukung kebahagiaanku. Ayahku bereaksi "Alhamdulillah, anakkuuuu...... Barsita itu apa di?" -__- Kakakku "Starbucks itu hotel bintang berapa dek?" Abangku "Aku tau itu. Yang jualan sop buntut itu kan? Katanya enak sop buntutnya disitu" Demi melihat expresi mereka dengan susah payah aku jelasin apa itu Starbucks dan apa itu Barista. . 5 minggu di surabaya merupakan pengalaman yang sangat berarti. Cieeeh...berarti! Aku dan kawan kawan yang lain belajar jadi orang yang menyenangkan. Nah, ternyata inilah yang membuat aku sadar kenapa Starbucks nerima orang begok kayak aku. Disini semua orang belajar dari NOL. Semua punya kesempatan yang sama untuk belajar, bertanya serta berkembang. Kami bukan hanya diajarin buat minuman, tapi juga bagaimana minuman tersebut bisa disukai sama customer walaupun rasanya nggak enak buat kita. Jangan sampe customer merasa rugi karena beli kopi kita. Lah, bayangin aja satu cup Americano kopi item pahit tanpa gula tanpa bubuk dibandrol 25ribuan untuk ukuran 345ml. Dengan harga 25ribu udah bisa beli kopi sachetan dan traktir sekampung sambil nonton piala dunia. Jadi jangan sampai customer merasa rugi beli kopi kota. Kita juga belajar Coffee Knowledge. Asek, bahasanya enak ini. Disini kita belajar kopi mana yang bagus dan nggak bagus. Bagaimana pengemasan kopi, disurub mencium aroma kopi sampe pusing, merasakan di lidah, terus dideskripsikan apa yang kita rasakan. . Karena semua itu butuh proses, proses belajar. Makanya starbucks nerima barista lulusan SMA, pengalaman kerja nggak begitu penting, kepintaran juga nggak penting, apalagi kesombongan karena jabatan kerja, uh, nggak penting banget lah. Yang penting kalau mau kerja di starbucks ya harus mau belajar, belajar kopi, belajar jadi Genuine, belajar jadi barista ganteng, belajar nerima feedback, bukan memanfaatkan jabatan sebagai penghalang feedback, serta mengancam orang dengan jabatannya, terus pake acara diem dieman sama team. Eh maap curhat!! . Akhirnya setelah 1 tahun kerja, aku resign dari Starbucks karena alasan lain. Dan ijazah aku dikembalikan. Oh iya, kalau mau kerja di starbucks siap siap ijazah ditahan selama kontrak berlangsung. Tapi aku sih nggak masalah, toh aku niatnya juga mau kerja. Jadi kalau mau lamar kerja di Starbucks silahkan aja lamar, asik kok, bener. Aku baru sadar asiknya setelah resign. Nggak gampang dapatin kerjaan seenak starbucks. Bayangin dalam satu minggu kerja kita bisa libur 2 hari. Ditentukan sama manager atau bisa request. Masalah request libur ini serius banget, bahkan bisa dilaporin ke District Managar kalau barista nggak dikasi kebebasan request. Tapi ya tau diri juga lah, jangan request libur sabtu minggu setiap weekend. . Udah lah ya, capek pulak tanganku ngetik semua disini. Nanti kalau lagi mood nulis bakalan aku tulis apa yang menjadi keresahan kalian dengan pertanyaan yang begitu bertubi-tubi. Akhirul kalam, assalamualaikum warahmatullahi wabarokaaaatuh!
Setelahinterview HRD akan meminta kalian untuk menunggu selama satu bulan. Waktu walk in pertama sih gue udah nunggu tapi ga ada telepon, begitu juga pas kedua kalinya gue walk in, setiap hari nungguin hp bunyi tapi bukan dari HRD Starbucks. Dan Alhamdulillah ketiga kalinya gue walk in, seminggu kemudian gue ditelepon oleh pihak Starbucks.
Ilustrasi gaji part time Starbucks. Foto Natalia Kolesnikova/AFPDaftar isiSekilas Tentang StarbucksGaji Part Time Starbucks Sebagai BaristaSyarat Kerja Part Time di StarbucksKedai kopi Starbucks membuka lowongan pekerjaan paruh waktu untuk posisi barista. Posisi ini biasanya diminati oleh para mahasiswa. Hal itu karena mereka bisa kuliah sambil mencari penghasilan tambahan. Lantas, berapa gaji part time Starbucks? Simak informasinya di Tentang StarbucksPasti kamu tidak asing dengan kedai kopi yang namanya sudah sangat populer ini. Gerainya tersebar di mana-mana, sehingga tak heran kalau banyak orang yang ingin bekerja di sini. Dikutip dari Starbucks atau Starbucks Corporation merupakan perusahaan kopi yang kini mempunyai lebih dari outlet yang berada di 61 yang didirikan sejak 1971 ini tak hanya menjual kopi, melainkan juga jenis lain seperti salad, sandwich, kue kering, datang ke Starbucks kamu akan melihat para barista yang sedang meracik kopi untuk pelanggannya. Menurut Buku Kurikulum Barista Profesional dasar karya Adi Prehanto 2019, barista adalah orang yang mempunyai keterampilan untuk meracik kopi di kedai kopi. Ternyata profesi tersebut diminati oleh sebagian orang. Bahkan ada juga mereka yang ingin bekerja paruh waktu di Starbucks sebagai barista. Sebelum melamar posisi ini, kamu perlu mengetahui terlebih dulu gaji part time Starbucks sebagai Part Time Starbucks Sebagai BaristaIlustrasi gaji part time Starbucks. Foto UnsplashSaat ini Starbucks membuka lowongan kerja part time untuk posisi barista. Dikutip dari laman Tip Kerja, gaji part time Starbucks sebagai barista sekitar per 9 jam kerja. Sementara bila kamu ingin bekerja selama 4 jam, gaji yang didapat sekitar Starbucks biasanya juga mendapatkan uang tambahan pada tanggal atau hari perayaan tertentu. Kemudian mereka juga akan menerima uang tip yang diberikan oleh pelanggannya. Namun harus diketahui, nominal gaji part time Starbucks yang disebutkan di atas hanya kisaran. Ini semua kembali lagi pada lokasi Starbucks tempat kamu Kerja Part Time di StarbucksBanyak yang berlomba-lomba untuk bekerja part time di Starbucks agar bisa menambah penghasilan atau sekadar mengisis waktu luang. Apakah kamu berminat bekerja part time di Starbucks? Sebelum itu, mari ketahui dulu kualifikasi agar bisa bekerja di perusahaan kopi yang populer atau Wanita berusia 18 sampai 24 part time tersedia untuk mahasiswa dengan minimal bisa bekerja selama 4 hari per bekerja dengan sistem shift untuk pagi, siang, malam, akhir pekan, dan hari pengalaman sebagai semangat dan antusiasme yang bekerja dengan tim yang positif dan keterampilan interpersonal yang memenuhi kaulifikasi di atas, isi formulir lamaran lewat situs web resmi Starbucks di alamat Jika lolos seleksi kamu akan mendapatkan pelatihan untuk membuat uraian mengenai gaji part time Starbucks sebagai barista, kualifikasi, dan cara melamarnya. Semoga informasi di atas bermanfaat!Apa yang dimaksud dengan barista?Apakah di Starbucks bisa part time?Berapa jam kerja part time di Starbucks? Sekaranggue mau share pengalaman nyoba part time di starbucks, oke pada tanggal 13 Agustus 2018 temen gue ngabarin kalo ada lowongan walkin interview Starbucks dan emang pada saat itu gue lagi ambis-ambisnya pengen ngehasilin duit sendiri dan so dengan semangatnya gue mau mencoba itu dan dimulai dengan gue ngumpulin berkas2 seadanya kayak CV.Surat Lamaran.Fotocopy KTP.Foto 3x4. Kali ini kita akan membahas tentang pengalaman tes kerja sebagai barista di Starbucks Indonesia. Sebuah perusahaan coffee shop ternama didunia yang sedang digandrungi oleh para penikmat kopi di indonesia. Selain lowongan fulltime starbucks indonesia juga menyediakan lowongan kerja untuk para part timer. Mungkin pekerjaan ini lebih cocok diambil untuk para mahasiswa yang ingin menambah penghasilan melalui kerja part Juga >>>CARA MELAMAR KERJA VIA EMAIL >>JAWABAN INTERVIEW MOTIVASI KERJA << hallosemuaaaa!!!kali ini tace mau sharing ke kalian, gimana pengalaman tace dulu, dr awal walk in interview sampai akhirnya di terima kerja di Starbucks. Da
Berapasih gaji kerja part time Starbucks per hari? Berbeda dengan outlet lainnya, kerja paruh waktu di starbucks akan digaji per 4 jam kerja. Perharinya kamu dapat memperoleh gaji sebesar Rp. 250 ribu s.d Rp. 500 ribu tergantung dibagian mana kamu ditempatkan. Jika kamu hanya mengambil kerja 9 jam per harinya, gaji yang kamu peroleh sebesar Rp.125 ribu.
.
  • 5d37073d48.pages.dev/194
  • 5d37073d48.pages.dev/201
  • 5d37073d48.pages.dev/252
  • 5d37073d48.pages.dev/479
  • 5d37073d48.pages.dev/326
  • 5d37073d48.pages.dev/44
  • 5d37073d48.pages.dev/110
  • 5d37073d48.pages.dev/63
  • pengalaman part time di starbucks