Sisiput Agama untuk"..Kenali dirimu, maka kau akan mengenal Tuhanmu.."Kata itu ada di header blog ini setelah update blog's theme diawal Tahun 2008, mungkin sebagian ada yang ngerti, sebagian gak, dan sebagian lain cuek bebek, dan bahkan mungkin sebagian ada yang menghina dengan mengganggap "Akh, sok agamis make kata-kata gituan di Blog..!"It's okay, manusia memang punya kelebihan Akal dari makhluk lain ciptaan-Nya sehingga mempunyai persepsi yang berbeda-beda dalam menanggapi stimulus berbau agamis seperti itu hanyalah sebuah kata yang gw dapat dalam perjalanan spiritual menuju Ma'rifatullah mengenal Allah, sebenarnya masih banyak kata lain yang dapat membuat gw berpikir. Berpikir, itulah yang dikehendaki-Nya dalam mencari ilmu Bahasa Arab kata itu berbunyi "Man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu"Artinya Barang siapa mengenal akan dirinya, maka mengenallah ia akan Tuhan-NyaDan sejak mendapati kata itu, Gw berpikir untuk mengupas makna dibalik kata-kata itu. Dalam proses berpikir mencari makna di balik kalimat itu, gw menemukan kata baru yang semakin membuat gw bingung."Antal mautuqabal maut"Artinya Matikan dirimu sebelum kamu matiBagaimana mematikan diri sebelum kita mati? Akh, apa ini sajak? Puisi? atau karya seni yang berat? sehingga hanya orang seni yang dapat memahaminya?.Okay, gw jadi bingung make a breakdown first..Mematikan diri = memisahkan diantara yang hidup dengan yang mati. Trus, yang dapat memisahkan itu adalah yang Hidup Tiada Mati yaitu adanya Ruh, manusia mendapat 7 sifat hidup yang tidak dimiliki jasad kita, sifatnya adalah 1. Mendengar2. Mencium3. Melihat4. Merasa5. Berkehendak6. Berkuasa7. Berkata-kataTanpa itu semua, matilah si jasad ini. Ini yang menjawab sebuah kata-kata populer dikalangan sufi, "Manusia bagaikan bangkai yang berjalan"Inilah salah satu cara yang gw temukan untuk mengenal Allah, yaitu dengan mematikan diri. Menghilangkan terlebih dahulu semua sifat hidup yang tak dimiliki jasad ini, yang sebenarnya adalah milik Ruh."Awaluddin Makrifatullah, Wa Makrifaturassul"...Awal beragama adalah mengenal Allah, Mengenal rasulMengenal Allah = mengenal diri kita = mematikan diri = menghilangkan sifat 7 Ruh di kita bisa mengaku beragama jika kita tidak mengenal siapa yang punya agama dan yang menjadi penyebar agama-Nya?Tak kenal maka tak sayang Disarankan untuk dibimbing seorang Guru untuk menjalani tahap ini. Gw bukan guru ya.., gw cuma sedang menjalani perjalanan ini dengan penuh kebahagiaan aja. Dan sekedar ingin memberikan sedikit sekali pengetahuan gw melalui tulisan ini, karena ilmu pengetahuan untuk dibagi, bukan untuk disimpan semua tak lepas dari kekuasaan-Nya melalui my beloved father memberikan gw pencerahan dalam mendalami agama, dan juga melalui kitab yang ditulis oleh KH. Muhammad Saman Al-Banjari selaku Pembina Pondok Pesantren Nurul Islam Tarakan-Kaltim. Semoga kita selalu diberikan Hidayah dari Allah SWT. apabila ada kesalahan dalam tulisan ini, kesempurnaan hanya milik
KenaliDirimu Untuk Mengenal Tuhanmu Label. Makalah (1) Minggu, 15 April 2012 Dalam penulisan ini agar dapat terarah dan mencapai hasil yang optimal maka penulis menggunakan metode penelitian sebagai berikut: "Sembahlah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya dan anggaplah dirimu termasuk orang mati. Jika kamu mau, aku ingin memberitahumu
Dalam surah Adz Dzariyat ayat 56, disebutkan bahwa tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah. Terdapat berbagai tafsir untuk menjelaskan maksud dari ayat Adz Dzariyat الذاريات sendiri memiliki arti angin yang menerbangkan. Ini adalah surah ke-51 dalam Alquran. Surah ini tergolong ke dalam surah Makkiyah, dan terdiri atas 60 Adz Dzariyat karena diambil dari perkataan الذاريات yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Surah ini termasuk ke dalam Juz 26 dan Juga Surah Al Baqarah 2 Ayat Terakhir, Ini Bacaan Lengkap dan Keistimewaannya, Yuk Amalkan!Bacaan Surah Adz Dzariyat Ayat 56 Beserta Tulisan Latin dan ArtinyaFoto Foto Orami Photo Stockوَ مَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَ الۡاِنۡسَ اِلَّا لِیَعۡبُدُوۡنِWamaa khalaqtul jinna wal-insa ilaa liya’buduuniArtinya “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku,” QS Adz Dzariyat 56Baca Juga Bacaan Surah Maryam Ayat 30 Lengkap dengan Tafsir dan KandungannyaTafsir Surah Adz Dzariyat Ayat 56Foto baca Orami Photo StockMeski hanya terdiri beberapa kata saja, ayat ini mengandung makna yang luar biasa, terutama dalam hal beribadah kepada Allah SWT. Terdapat beberapa tafsir untuk surah Adz Dzariyat ayat 56 dari beberapa sumber. Berikut Tafsir Ringkas KemenagMenurut tafsir dari Kementrian Agama RI, dalam surah Adz Dzariyat ayat 56 Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad untuk beristiqamah dalam mengajak umatnya mengesakan-Nya, karena sesunguhnya itulah tujuan penciptaan tidak menciptakan jin dan manusia untuk kebaikan-Ku sendiri. Aku tidak menciptakan mereka melainkan agar tujuan hidup mereka adalah beribadah kepada-Ku karena ibadah itu pasti bermanfaat bagi Tafsir al-JalalainJalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi mengatakan “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku pengertian dalam ayat ini sama sekali tidak bertentangan dengan kenyataan, bahwa orang-orang kafir tidak sesungguhnya tujuan dari ayat ini tidaklah memastikan keberadaannya. Perihalnya sama saja dengan pengertian yang terdapat di dalam perkataanmu, Aku runcingkan pena ini supaya aku dapat menulis dengannya.’ Dan kenyataannya terkadang kamu tidak Tafsir Ibnu KatsirIsmail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir mengatakan “Sesungguhnya Aku menciptakan mereka agar Aku memerintahkan mereka untuk menyembah-Ku, bukan karena Aku membutuhkan ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA 'melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Adz-Dzariyat 56 Yakni agar mereka mengakui kehambaan mereka kepada-Ku, baik dengan sukarela maupun terpaksa'.Demikianlah menurut apa yang dipilih oleh Ibnu Jarir. Menurut Ibnu Juraij, makna yang dimaksud ialah melainkan supaya mereka ibnu Anas telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Adz-Dzariyat 56 Yakni kecuali untuk mengatakan bahwa sebagian dari pengertian ibadah ada yang bermanfaat dan sebagian lainnya ada yang tidak sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Niscaya mereka akan menjawab, "Allah.” Az-Zumar 38; Luqman 25Ini jawaban dari mereka termasuk ibadah. Akan tetapi, hal ini tidak memberi manfaat bagi mereka karena kemusyrikan mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ayat ini Adz-Dzariyat 56 adalah orang-orang mukmin.”4. Tafsir Quraish ShihabMuhammad Quraish Shihab mengatakan “Aku tidak menciptakan jin dan manusia untuk suatu manfaat yang kembali kepada-Ku, tetapi mereka Aku ciptakan untuk beribadah kepada-Ku. Dan ibadah itu sangat bermanfaat untuk mereka sendiri.”Baca Juga Bacaan Surah Ar Rad Ayat 8 Lengkap dengan Makna dan KandungannyaHakikat Penciptaan Manusia dalam IslamFoto Ini Zikir dan Bacaan Doa sesudah Sholat, Agar Ibadah Makin Afdal! Foto Orami Photo StockDalam surah Adz Dzariyat ayat 56, Allah SWT menyatakan tujuan dari penciptaan jin dan manusia, yakni untuk beribadah atau menyembah-Nya sesuai dengan tafsir yang dijelaskan oleh para ulama di disebutkan jin dan manusia dalam ayat itu ternyata karena keduanya memiliki kemampuan dan kebebasan berpikir, serta bertindak dalam karena itu, baik jin dan manusia perlu untuk diingatkan kembali tentang hakikat penciptaannya. Sehingga tidak salah mengambil langkah dalam menjalani hasil penelitian IAIN Ponorogo, ibadah dalam tafsir al-Mishbah adalah ketundukan dan ketaatan yang mencapai puncaknya akibat adanya rasa keagungan dalam jiwa seseorang terhadap kepada siapa ia disebutkan terlebih dahulu karena didasari pada waktu penciptaannya. Sebab, jin diciptakan terlebih dahulu dibandingkan dengan Adam AS diciptakan, para makhluk yang lebih dahulu diciptakan telah diperintahkan oleh Allah SWT untuk sujud sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan antara yang diperintahkan adalah Iblis, dari golongan jin. Ayat ini merupakan pesan penting bagi jin dan manusia agar dalam menjalani kehidupannya tidak dilepaskan dari hakikat karena itu, segala aktivitas dan perbuatan harus dilandasi niat untuk ibadah. Selain untuk mendapat pahal, ini dilakukan sema-mata agar mendapat keridhoan dari Allah ibadah dalam konteks kehidupan tidak terbatas pada aspek-aspek khusus seperti salat, zakat, puasa dan haji saja, tapi termasuk semua aspek ibadah adalah tunduk dan taat kepada Allah SWT untuk melaksakan segala perintahnya dan menjauhi yang dilarang-Nya. Ini menunjukkan bahwa jin dan manusia harus mengikuti hanya itu, di dalam surah Adz Dzariyat ayat 56 menunjukkan penjelasan mengenai pendidikan khususnya di dalam adalah sebuah proses pengembangan potensi yang dimiliki manusia. Secara sederhana, dapat dikatakan, pendidikan adalah proses memanusiakan proses itu, tentaunya manusia harus mengetahui hakikat penciptaannya. Oleh karena itu, pendidikan harus bertujuan mengantarkan manusia pada pemahaman tersebut sehingga menyadari hakikat dunia tasawuf Islam terdapat ungkapan yang menyatakan Kenalilah dirimu, maka kamu akan mengenal Tuhanmu’.Pengenalan terhadap diri sendiri akan mengantarkan manusia untuk mengenal tuhannya sebagai Pencipta. Dari situ, manusia akan mengetahui apa saja hak Tuhan yang menjadi kewajiban dalam surah Adz Dzariyat ayat 56 secara tersirat memberikan pesan tentang tujuan pendidikan, yaitu membentuk manusia yang taat dan patuh, khususnya kepada sang itu, pendidikan menurut ayat ini bertujuan membentuk manusia yang memahami dan mengenal Tuhan. Ini juga akan mengantarkan manusia pada keimanan yang akan menjaga manusia agar tetap berada dalam penjelasan mengenai surah Adz Dzariyat ayat 56. Semoga umat Islam selalu mengingat hakikat penciptaannya agar terus berserah diri dan beribadah kepada Allah SWT.
KenaliDirimu, Maka Kau Akan Mengenal Tuhanmu "..Kenali dirimu, maka kau akan mengenal Tuhanmu.." Kata itu ada di header blog ini setelah update blog's theme diawal Tahun 2008, mungkin sebagian ada yang ngerti, sebagian gak, dan sebagian lain cuek bebek, dan bahkan mungkin sebagian ada yang menghina dengan mengganggap "Akh, sok agamis make kata
Kalau burung dikurung di dalam sangkar, andai dia bisa berpikir dan berangan-angan, kira-kira apa yang dia pikirkan dan dia inginkan? Tentu teman-teman akan menjawab bebas, atau lebih spesifiknya sebagai wujud bebas itu adalah terbang. Wujud bebas dari burung adalah terbang dan dia terbang karena dia tahu bahwa dirinya burung. Kalau dia menyangka dirinya tikus, maka dia tidak akan berpikir untuk terbang. Nah, kita sekarang ini sebenarnya dalam kurungan. Kurungan kebodohan, kurungan kemunafikan, kurungan kejumudan, dan kurungan-kurungan lain. Lalu cita-citamu apa? Bebas dari kurungan. Wujudnya bebas apa? Mungkin dari teman-teman ada yang berpikir bahwa wujud bebasnya adalah menjadi diri sendiri. Ya, diri sendiri. Tetapi siapakah dirimu? Manusia Manusia itu apa? Karena ada definisi sosiologi, definisi budaya, definisi agama, dan definisi-definisi yang lain. Bangsa Indonesia tidak bisa menentukan cita-citanya dan wujud bebasnya, karena bangsa Indonesia tidak tahu siapa dirinya. Saya tulis demikian karena cita-cita bangsa Indonesia cuma satu, duit lebih banyak. Apa itu sopir, politisi, tukang ojek payung, intelektual, maupun pejabat. Jadi saya kira saat ini manusia telah menjadi bahan tertawaan habis-habisan dari semua konstelasi makhluk Allah. Tetapi dari semua manusia itu jangan-jangan kita yang menjadi bahan tertawaan habis-habisan. Kalau yang dimaksud bangsa Indonesia itu adalah bangsa yang lahir 17 Agustus 1945 maka begitu singkat sejarah kita. Kalau Indonesia lahir 17 Agustus 1945 maka siapa yang dijajah Jepang, Belanda, dan Portugis? Apakah itu bangsa Indonesia? tanggal 17 Agustus 2012 kemarin kita merayakan HUT RI ke 67 artinya memang benar bahwa Indonesia lahir 17 Agustus 1945. Kalau demikian maka yang dijajah itu bukan Indonesia. Lalu siapa yang dijajah dan akhirnya melahirkan Indonesia? Kita sepakati saja bahwa yang dijajah dan yang melahirkan Indonesia adalah nusantara. Pertanyaan berikutnya adalah kapan nusantara lahir? Sejarah kita hanya mampu bicara mulai dari kerajaan kutai abad ke 5. Mundur satu langkah dari itu kita sudah tidak ada cerita. Jika orang Arab nenek moyangnya Ismail bin Ibrahim, orang-orang Israil nenek moyangnya Ishaq bin Ibrahim, lalu siapa nenek moyang bangsa Indonesia. Tentu jawabannya bukan seorang pelaut. Saya masih mencari antara Yafet, Sam, atau Ham bin Nuh. Jangan kaget kalau kemudian ternyata bangsa Indonesia itu bangsa yang tua, dan lebih tua dari bangsa-bangsa lain di bumi ini. Parameter ketuaan suatu bangsa adalah budaya dan bahasa. Dari itu teman-teman dapat kembangkan sendiri. Saya persingkat saja. Manusia adalah makhluk yang paling muda dari semua mahluk ciptaan Allah. Setelah penciptaan alam semesta Allah telah menciptakan malaikat dan Azazil, yang menjadi nenek moyang iblis, jauh sebelum penciptaan Adam khalifatullah. Kemudian Adam diperdaya oleh iblis yang cemburu kepada Adam sehinnga Adam di turunkan ke bumi. Adam menjadi khalifatullah fil arth. Iblis dilaknat oleh Allah karena tidak mau bersujud pada Adam tetapi Allah memberikan penangguhan sampai hari kiamat. Karena iblis sudah dinyatakan sesat oleh Allah maka iblis berjanji akan menyesatkan anak cucu Adam al hijr39. Sejak waktu itulah perang dimulai. Awalnya dibentuklah the serpent brotherhood TSB, dan kemudian organisasi-organisasi turunan untuk menyesatkan manusia. Demi keamanan bersama tidak akan saya tulis disini. Tetapi yang perlu dicatat bahwa perang belum berakhir. Bahkan saat ini umat Islam sedang difitnah habis-habisan sampai-sampai umat Islam tidak sadar bahwa itu adalah fitnah. Kembali ke awal, jadi apa wujud terbangmu? “menang 2014 mas” “subhanallah” 31 Des 2012 AR
ASALUSUL DIRI KITA by Ilmu Hakekat Usul Diri sebelum kita mengenal agama ada baiknya kita mengenal tuhan Facebook. Email or phone: Password saat itu yang ada hanya ZAT semata-mata maka dalam keadaan ini diri yang punya ZAT tersebut telah mentajalikan dirinya untuk memuji dirinya. lalu ditanyakannya kepada Nur Muhammad " ini
Mungkin kita pernah mendengar sebuah ungkapan yang kira-kira kalimatnya seperti ini Barang siapa ingin mengetahui keberadaan Tuhan, maka kenali diri sendiri terlebih dahulu. Bila seseorang telah mampu mengenali dirinya sendiri, maka ia akan dengan mudah menemukan keberadaan Tuhan’. Bila dipahami dan renungi, ungkapan tersebut memang benar adanya. Ketika kita telah mampu menyelami ke kedalaman diri kita, mengetahui asal-mula kita misalnya, maka kita akan sampai kepada pemahaman bahwa segala sesuatu itu ada yang menciptakannya’. Kita tentu telah maklum bahwa sebuah rumah, tentu ada yang mendirikannya. Sebuah mobil, pasti ada yang merangkainya. Begitu seterusnya. Hingga akhirnya kita dapat memahami bahwa para manusia, bumi dan langit seisinya, tentu ada yang menciptakannya. Dialah Allah, Sang Pencipta, yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dalam buku Kenali Dirimu, Kau Akan Kenal Tuhanmu’ karya Yusuf A. Rahman Safirah, 2014 dijelaskan jika kita tidak pernah mengetahui diri kita sendiri, bagaimana bisa mengetahui Allah Swt. Tentu saja mustahil. Hanya mereka yang selesai mengenali diri merekalah yang mengetahui Allah Swt. Sebagai hamba Tuhan, mestinya kita selalu berusaha meningkatkan ketakwaan kita, misalnya dengan berupaya menaati segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Ketika seseorang berusaha untuk menjauhi segala larangan Allah Swt. dan menjalankan perintah-Nya, secara tidak langsung ia telah mengetahui siapa dirinya. Bagaimana mungkin orang yang tidak mengetahui hakikat dirinya akan bertakwa? Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah Swt. dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya halaman 59. Yusuf A. Rahman menjelaskan, takwa tidak hanya jalan menemukan hakikat diri, bukan hanya bekal keselamatan kehidupan akhirat, tetapi juga merupakan modal utama kehidupan dunia yang memberikan berkah di dunia maupun di akhirat. Sehingga, ia harus nyata dalam segala gerak kehidupan. Bukan hanya tampak ketika dilihat oleh banyak teman, saat berada di tempat-tempat suci, dan waktu-waktu tertentu, tetapi harus senantiasa hadir di mana pun dan kapan pun kita berada. Terbitnya buku ini layak kita apresiasi dan dapat dijadikan sebagai salah satu bacaan penyemangat hidup dan pembangun jiwa. Selamat membaca.
Danjanganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan diminta dipertanggung jawapannya Allah menjelaskan kepada kita tentang istilah jiwa dan Sifat yang terdapat pada jiwa, yaitu pendengaran, penglihatan, disamping Roh juga akan diuji tentang ketakwaannya kepada Allah SWT.
Sebuah kalimat bijak mengatakan, “Man arofa nafsahu, faqod arofa robbahu.” Siapa yang mengenal dirinya, ia akan mengenal Tuhannya. Ungkapan ini terlanjur dipercaya sebagian kalangan umat Islam sebagai perkataan dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Namun, hal itu diluruskan oleh Ibnu Taimiyah dan Imam Nawawi. Dua ulama hadits ini menjelaskan bahwa kalimat itu bukan hadits Nabi. Melainkan, perkataan bijak dari seorang ulama. Siapa ulama yang mengatakan itu? Beliau adalah Yahya bin Muadz Ar-Razi. Seorang ulama yang tergolong ahli atau pakar dalam bidang sufi. Meskipun itu bukan hadits Nabi, kalimat bijak itu tetap mengandung kebaikan. Dan, masih sangat bermanfaat untuk diambil pelajaran. “Kenali dirimu, kau akan mengenal Tuhanmu.” Ungkapan ini memiliki dua makna berlawanan, tapi terikat dalam satu kesatuan. Yaitu tentang diri kita, dan tentang Allah subhanahu wata’ala. Siapakah kita? Pertanyaan sederhana ini menyimpan jawaban yang begitu berat. Karena manusia memiliki ego yang telah begitu lama menggiring manusia ke jalan yang sesat. Jalan yang tidak menemukan titik temu tentang siapa sebenarnya kita. Ego yang membuai manusia seolah ia makhluk super. Ego yang juga menghipnotis setiap diri bahwa dialah yang serba lebih dari manusia lainnya. Baik dalam skala individu maupun kelompok. Padahal, siapakah kita di banding makhluk Allah lainnya. Manusia itu sangat lemah. Bahkan saat ini sangat tidak berdaya dengan makhluk super kecil bernama virus covid. Semua yang ada pada diri manusia adalah cerminan dari berbagai kelemahan yang ada di alam ini. Lahir dari proses air yang hina, fisik yang lemah, kemampuan akal dan nalar yang sangat terbatas, makhluk yang lahir tanpa sehelai kain pun dan akan pergi tanpa membawa apa-apa. Jangankan untuk melawan guncangan gempa, kedahsyatan badai, dan air bah yang datang tiba-tiba; menahan buang air kecil saja tidak berdaya. Inilah kita. Makhluk yang terlahir dalam keadaan sangat lemah, dan akan menuai masa tua pun dalam keadaan yang kembali lemah. Itulah satu sisi dari kalimat man arofa nafsahu’. Sebuah kesadaran paling dalam bahwa diri ini sangat lemah. Dari situlah, kita akan menyadari sisi lain yang merupakan kebalikan dari yang pertama. Yaitu, faqod arofa robbahu’. Kalau diri ini sudah dikenali dengan berbagai kelemahannya, maka Allah subhanahu wata’ala adalah kebalikannya. Allahu Akbar. Laa haula walaa quwwata illa billah. Semakin manusia mengenal lebih dalam lagi hakikat dirinya yang sangat lemah dan bodoh, ia akan mengenal dan membutuhkan Tuhannya yang Maha Kuat, Maha Kaya, Maha Mengetahui, dan Maha segalanya. Kenali sekali lagi siapa diri kita, insya Allah, kita akan semakin mengenal Allah subhanahu wata’ala. [Mh]
Jikamusuh mengantisipasi bahwa pedagang kita akan melarikan diri ke jalan itu, maka ksatria yang menyerang kita sebelumnya mungkin ditempatkan di barat sehingga mereka bisa menyerang pengunjung kita. Dan begitulah. Saya harap Anda akan menggunakan sisa waktu yang telah Anda perpanjang seribu kali lipat untuk diri Anda sendiri untuk mencari
: Kenali Dirimu maka Engkau akan Mengenal Tuhanmu :: . Terkadang kita didalam kehidupan ini lebih banyak mengulik atau kepo atau mengkoreksi kehidupan orang lain, namun kita sendiri lupa tidak
Kenalilahdirimu maka kau akan mengenal tuhanmu? Pepatah mengatakan: Tak jumpa maka tak kenal, tak kenal maka tak cinta. Cinta kepada Allah semata. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan [QS. adz-Dzariyat (51):21] (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! [QS. Yasin (36):77]
kenali dirimu, maka akan mengenal Tuhanmu" merupakan sebuah sabda dari Rasulullah Muhammad saw. " Man arofa nafsahu faarofa robbahu ". Di dalam beragama dan berkeyakinan, banyak manusia yang
. 5d37073d48.pages.dev/4855d37073d48.pages.dev/2575d37073d48.pages.dev/885d37073d48.pages.dev/1945d37073d48.pages.dev/475d37073d48.pages.dev/945d37073d48.pages.dev/715d37073d48.pages.dev/168
kenali dirimu maka kamu akan mengenal tuhanmu