Disebutkanbahwa kitab Injil diturunkan Allah subhanahu wa ta'ala kepada Nabi Isa 'alaihis salam pada malam kedelapan belas di bulan Ramadhan, 1050 tahun setelah turunnya Zabur. Kitab Injil ditulis dalam bahasa Suryani dan menjadi petujuk hidup bagi Bani Israil. Abu Zur'ah ad Dimisyqiy berkata, "Abdullah bin Shalih telah menceritakan

Jakarta - Meski sudah lewat 12 Rabiul Awal, masyarakat di berbagai daerah masih melakukan berbagai acara untuk memperingati Maulid Nabi. Memang, tradisi di Indonesia, peringatan Maulid Nabi tidak mesti bersamaan pada hari H kelahiran Nabi. Kelahiran nabi akhir zaman, Muhammad SAW telah diramalkan oleh para ahli kitab, baik Yahudi maupun Nasrani. Mereka yakin nabi mulia itu akan datang dan menyempurnakan agama. Ramalan itu tak lepas dari disebutnya sosok dan ciri-ciri Nabi Muhammad SAW dalam kitab suci umat terdahulu. Misalnya, dalam Taurat maupun Injil. Kisah percakapan Nabi Musa dengan Allah SWT menunjukkan bahwa sebenarnya ciri-ciri Nabi Muhammad sudah disinggung dalam kitab suci. Antara Lesti Kejora, Lagu 'Sekali Seumur Hidup' dan Cinta Sejati dalam Perspektif Islam Maulid Nabi dan Kisah Nabi Musa Iri Lantas Kepincut Jadi Umat Muhammad SAW Antara Lesti Kejora, Lagu 'Sekali Seumur Hidup' dan Cinta Sejati dalam Perspektif Islam Bahkan saking mengimaninya, sebelum Rasulullah SAW lahir, umat Yahudi selalu bertawasul kepadanya agar diberi kemenangan saat melakukan peperangan. Mereka juga berdoa agar nabi akhir zaman itu berasal dari kaumnya. Namun, Yahudi adalah kaum yang tinggi hati. Akibatnya, ketika Nabi Muhammad SAW terlahir bukan dari Bani Israil, mereka tidak lagi mengimaninya. Sosok yang mereka tunggu ternyata terlahir dari bany Quraisy. Terlepad dari hal itu, dalam Kitab Taurat, sosok dan ciri-ciri Nabi Muhammad sudah tercatat dengan baik. Itu adalah jawaban kenapa rabi Yahudi bisa dengan mudah mengenali tanda-tanda kenabian Muhammad SAW, meski kala itu belum diangkat sebagai Rasul. Saksikan Video Pilihan IniBudidaya Lebah Madu Ala Santri Rubat Mbalong CilacapJemaat Samaria berjalan saat fajar menuju puncak Gunung Gerizim selama perayaan Shavuot menurut tradisi Samaria di dekat kota Nablus di Tepi Barat utara 5/6/2022. Perayaan ini menandai pemberian Taurat kepada orang Israel di Gunung Sinai selama tujuh minggu setelah eksodus alkitabiah mereka dari Mesir.AFP/Jaafar AshtiyehMengutip laman NU, Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengutip riwayat berikut عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، قَالَ لَقِيتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو فَقُلْتُ أَخْبِرْنِي عَنْ صِفَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي التَّوْرَاةِ. قَالَ أَجَلْ وَاللَّهِ، إِنَّهُ لَمَوْصُوفٌ فِي التَّوْرَاةِ كَصِفَتِهِ فِي الْقُرْآنِ "يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا وَحِرْزًا لِلْأُمِّيِّينَ، أَنْتَ عَبْدِي وَرَسُولِي، سَمَّيْتُكَ الْمُتَوَكِّلَ، لَيْسَ بِفَظٍّ وَلَا غَلِيظٍ، وَلَا صخَّاب فِي الْأَسْوَاقِ، وَلَا يَجْزِي بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ، وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَصْفَحُ، وَلَنْ يَقْبِضَهُ اللَّهُ حَتَّى يُقِيمَ بِهِ الْمِلَّةَ الْعَوْجَاءَ، بِأَنْ يَقُولُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَيَفْتَحَ بِهِ قُلُوبًا غُلفا، وَآذَانًا صُمًّا، وَأَعْيُنًا عُمْيًا " Artinya “Dari Atha bin Yasar, dia berkata, Dia pernah bertemu Abdullah ibnu Amr, lalu ia bertanya kepadanya, Ceritakanlah kepadaku tentang sifat Rasulullah saw di dalam kitab Taurat.’ Abdullah bin Amr menjawab, Memang benar, demi Allah, sesungguhnya sifat beliau terdapat dalam kitab Taurat, persis seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an, Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, serta menjadi benteng bagi orang-orang yang ummi. Engkau adalah hamba dan Rasul-Ku, Aku menamaimu mutawakkil’ orang yang berserah diri, engkau tidak bersikap keras juga tidak berhati kasar. Allah tidak akan mencabut nyawanya sebelum ia mampu meluruskan ajaran agama yang menyimpang dengan kalimat La ilaha illallah’, menyadarkan orang yang hatinya masih tertutup dari kebenaran, telinganya masih tuli dari kebajikan, dan matanya buta dari ajaran yang lurus.’” Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’anil Adzim, 2000 juz VI, halaman 407. Dalam tafsir tersebut, disebut bahwa Nabi Muhammad adalah saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Nabi Muhammad juga menjadi benteng bagi orang yang ummi bodoh atau membawa pencerahan. Nabi digambarkan sebagai orang yang berserah diri mutawakil, tidak keras dan berhati lembut. Nabi Muhammad tidak akan wafat sebelum berhasil meluruskan agama yang menyimpang dengan kalimat 'La ilaaha Illallaah', tiada tuhan selain Allah. Nabi Muhammad juga membawa cahaya kebenaran untuk orang yang hatinya masih tertutup, masih tuli dari kebahikan dan buta matanya dari ajaran yang lurus. Tim Rembulan* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

ArchivePost 2017 (120) 2017 (120) November (3) Oktober (21) September (41) Agustus (1) Nama Nabi Muhammad SAW dalam Injil
- Allah Subhanahu Wa Ta'ala mempersiapkan alam semesta ini secara keseluruhan untuk menyambut risalah penutup para nabi sekaligus pengemban tuntunan Allah yang akan menyampaikannya kepada penduduk bumi, Shallallahu 'Alaihi awal penciptaan sudah ada nama Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan kesiapan bagi risalahnya. Karenanya, sejak masa Adam pun sejatinya tatanan yang berlaku adalah yang dibawa turun oleh Adam ke bumi dan ia dapatkan langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala berupa kepasrahan diri dan penyerahan urusan kepada Allah. Itulah "tatanan langit" sejak awal penciptaan sampai nabi yang mengemban risalah-risalah samawiyah pun tidak lain hanya menyampaikan risalah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Al-Quran Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman [yang artinya], "Dan ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, 'Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan berfirman, 'Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?Mereka menjawab, "Kami mengakui,"Allah berfirman, 'Kalau begitu saksikanlah hai para nabi dan Aku menjadi saksi pula bersama kamu. -QS. Ali Imran 81Begitulah pengabaran Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepada kita dalam kitab-Nya, Al-Quran Al-Karim, bahwa ia mengambil perjanjian atas semua nabi untuk menyampaikan kabar gembira berupa kedatangan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan untuk membenarkan risalahnya. Jika Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mengambil perjanjian ini dengan menghimpun para nabi saat mereka berada di alam ruh, dapat ditegaskan bahwa setiap nabi telah mengikat janji untuk menyampaikan risalah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam kepada para pengikutnya dan orang-orang yang mengimaninya.$ads={1}Dari sulbi anak-anak Adam Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengambil keturunan yang akan menjadi generasi penerus sampai Hari Kiamat. Allah juga mengambil kesaksian mereka atas Allah sendiri dan atas ketuhanan- Nya. Ini sebagaimana yang dinyatakan dalam firman Allah Ta'ala [yang artinya], "Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman, "Bukankah Aku ini Tuhanmu?"Mereka menjawab, "Betul Engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi."Oleh karena itu dalam atsar yang diriwayatkan dari Maisarah Radhiyallahu 'Anha saat ia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, "Wahai Rasulullah, kapan engkau menjadi seorang nabi?"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab, "Saat Adam masih berada di antara ruh dan jasad, Allah mengambil perjanjian dariku." 1Begitulah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyatakan ketuhanan Al-Khaliq Al-A'zham bersama seluruh makhluk sementara Adam masih antara ruh dan jasad. Begitu pula, di antara Adam 'Alaihis Salam dengan Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam terdapat sekian banyak rasul yang menyampaikan petunjuk menuju jalan kebenaran, agar tak seorang pun kelak di Hari Kiamat kelak menyampaikan sanggahan bahwa belum ada orang yang mengingatkannya pada tuntunan Allah, atau pemberi kabar gembira dan peringatan terkait apa yang dihadapi manusia di akhirat. 1 Sahih dengan lafal, "Aku menjadi nabi saat Adam berada di antara ruh dan jasad." Disampaikan oleh Abu Nu'aim dalam al-Hilyah dari Maisarah al-Fajr, dan oleh Ibnu Saad dari Abu al-Jad'a, dan Ibnu Hibban dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Dari LangitAhlul Kitab mengenali Nabi kita Shallallahu 'Alaihi Wasallam sebagaimana mereka mengenali anak-anak mereka. Mereka mendapati sosok beliau tertulis dalam kitab-kitab samawi mereka terdahulu, yakni dalam Taurat dan Al-Karim pun menyebutkan hal itu di beberapa ayat, di antaranya1. Firman Allah Ta'ala [yang artinya], "Orang- orang Yahudi dan Nasrani yang telah kami beri Al-Kitab Taurat dan Injil mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui."-QS. Al-Baqarah 146Imam Sya'rawi Rahimahullah Ta'ala mengatakan dalam tafsirnya terhadap ayat ini. Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman bahwa sesungguhnya orang-orang yang kepada mereka diturunkan kitab sebelum Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mereka mengenal apa? Apakah mereka mengetahui perkara pengalihan kiblat? Atau mereka mengetahui perkara Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan pengutusan serta risalah beliau yang mereka buat dengan segala upaya agar diragukan adanya?Allah Subhanahu Wa Ta'ala menerangkan hal ini kepada kita dalam firman-Nya Ta'ala [yang artinya], "Dan setelah datang kepada mereka Al-Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon kedatangan Nabi untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu."-QS. Al-Baqarah 89Dengan demikian kaum Yahudi dan Nasrani mengetahui risalah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Bahwa beliau tercantum dalam Taurat serta Injil adalah benar, dan mereka dituntut untuk mengimani al-Ahbar duduk di suatu majelis sementara Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu juga ada di tempat itu. Umar pun bertanya kepada Ka'ab, "Apakah kalian mengetahui beliau, wahai Ka'ab?"-Yakni apakah kalian mengetahui Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam beserta risalah dan ciri-ciri beliau?Ka'ab yang juga sebagai tokoh berilmu di kalangan Yahudi mengatakan, "Aku mengetahuinya seperti aku mengetahui anakku, namun pengetahuanku tentang Muhammad lebih kuat dari pengetahuanku tentang anakku."Begitu ditanya kenapa, Ka'ab mengatakan, "Tentang anakku, masih aku khawatirkan bila istriku mengkhianatiku terkait benar tidaknya ia anakku. Sementara Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan ciri-ciri yang disebut secara rinci dalam Taurat, kami tak mungkin keliru tentangnya."Jadi, Ahlul Kitab mengenal Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan mengetahui masa serta risalah beliau. Di antara mereka yang masuk Islam dan beriman, mereka melakukan itu dengan lapang dada. Adapun mereka yang tidak beriman dan kafir terhadap risalah yang disampaikan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, mereka mengetahui akan tetapi mereka menyembunyikan yang mereka Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan tentang mereka [yang artinya], "Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui." -QS. Al-Baqarah 146Begitu dikatakan menyembunyikan sesuatu, seakan-akan sesuatu itu memang selayaknya harus dimunculkan dan diberitahukan secara luas. Kebenaran memang selayaknya harus dimunculkan dan diberitahukan secara luas. Akan tetapi mengingkari kebenaran dan menyembunyikan membutuhkan upaya yang yang mencermati perkara-perkara yang membutuhkan kecermatan berusaha mencegah kekuatan yang dapat menyembunyikan membuat orang-orang yang bersamanya tidak bisa tidur sampai kekuatannya luntur hingga mengucapkan kebenaran. Karena pengucapan kebenaran tidak membutuhkan upaya yang berat Menyembunyikan dan tidak mengucapkan kebenaran itulah yang membutuhkan kekuatan serta upaya yang berat. Tetapi Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman [yang artinya], "Mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui." mencermatiJadi, mereka tidak bodoh tanpa pengetahuan. Mereka justru mengetahui kebenaran. Namun apakah mereka mampu menyembunyikan kebenaran dari Allah? Tentu tidak, pasti kebenaran itu akan kedustaan dan kebatilan tersebar, maka ini seperti rasa sakit yang terjadi di badan. Manusia tidak menyukai rasa sakit. Tetapi rasa sakit ini bagian dari pasukan kesembuhan karena membuat seseorang tersadarkan bahwasanya ada bagian yang terkena penyakit. Dengan demikian ia pun memeriksanya dan mengupayakan berbagai sebab Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman [yang artinya], "Yaitu orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang munkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya Al-Quran, mereka itulah orang-orang yang beruntung."-QS. Al- A'raf 157Baca juga Ringkasan Sirah Nabawiyah Kisah Singkat Nabi Muhammad dari Lahir-WafatImam Sya'rawi Rahimahullah Ta'ala mengatakan dalam tafsirnya terhadap ayat ini, bahwasanya ini sembilan ciri Sayyidina Rasulullah Shallallahu 'Alaihi bahwa Allah menurunkan wahyu kepada beliau berupa kitab khusus yakni Al-Quran. Beliau mempunyai mukjizat-mukjizat. Beliau menyampaikan dan mengabarkan tentang akidah, ibadah, dan akhlak yang paling utama dan paripurna. Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam seorang yang ummiy, tidak tahu baca-tulis, dan tidak belajar pada seorang guru pun. Sebab, beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam tetap dengan kondisi sebagaimana beliau dilahirkan. Allah Jalla Wa 'Ala telah menyebutkan beliau lengkap dengan nama, ciri-ciri, serta ketermasyhuran beliau di kalangan Yahudi dan Nasrani karena tercantum dalam Taurat dan Injil. Tapi orang-orang kafir menyembunyikannya dari mereka atau membuat penakwilan yang tidak semestinya pada yang dinyatakan oleh beliau menyuruh mereka pada kebaikan, memerintah mereka melakukan hal-hal yang sesuai dengan tuntutan karakter-karakter jiwa yang lurus dan fitrah yang murni. Sebab, hal-hal itulah yang membawa mereka pada keberhasilan di dunia dan keberuntungan di bahwa beliau Shallallahu Alaihi Wasallam melarang dan mencegah mereka dari semua kemungkaran yang dipandang buruk oleh fitrah yang lurus dan budi pekerti yang luhur. Beliau menghalalkan yang baik-baik bagi mereka yang sebelumnya pernah diharamkan, bahkan Allah mencegah mereka darinya sebagai balasan atas kesewenang-wenangan dan kesesatan mereka. Beliau mengharamkan bagi mereka semua yang membahayakan. dan kotor, seperti memakan bangkai dan harta yang haram seperti riba, suap, dan kecurangan. Beliau meringankan tugas-tugas yang memberatkan dan menyulitkan mereka yang tercantum dalam syariat Musa 'Alaihis Salam, seperti memotong organ tubuh yang melakukan kesalahan dan mengharamkan harta rampasan perang bagi mereka dan harus dibakar. Demikian pula Allah meringankan dan membebaskan mereka dari ketentuan-ketentuan yang ketat yang pernah ditetapkan kepada mereka sebagai bentuk hukuman bagi mereka atas kefasikan dan kezaliman Jalla Sya ruh berfirman [yang artinya], "Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan bagi mereka memakan makanan yang baik- baik yang sebelumnya dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi manusia dari jalan Allah, dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih."-QS. An-Nisa` 160- 161$ads={2}Demikianlah Allah memberitahukan kepada para rasul terdahulu tentang Sayyidina Rasulullah bahwa mereka harus menyampaikan kepada kaum mereka masing-masing akan datangnya Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Agar kaum-kaum yang menyaksikan dan semasa dengan risalah beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengimani bahwa Rasulullah tidak pernah hidup semasa dengan seorang rasul pun, akan tetapi kabar gembira tentang beliau telah disampaikan oleh para nabi mereka dan tercantum dalam kitab-kitab yang diturunkan kepada rasul sebelum Muhammad Shalawatullah Wasalamuhu 'Alaihi, diperintahkan Allah untuk menyampaikan kepada kaum di mana para rasul itu diutus. Yakni, bahwa mereka harus mengikuti Rasul Muhammad, mengimani beliau, dan tak berpegang pada kendali temporal sesuai zaman mereka takut bila itu dicabut dari mereka. Begitu Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam datangdisertai mukjizat dan bukti nyata, mereka harus mengimani beliau. Simak firman Allah, [yang artinya], "Ingatlah saat Allah mengambil perjanjian para nabi."-QS. Ali 'Imran 81Jadi, Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menata agar setiap unsur keimanan tak terganggu oleh keyakinan agama-agama lain. Para penganut agama yang ada pun tidak keliru memahami dan menyangka ada agama lain yang datang untuk menghapuskan agama mereka serta mengambil kendali temporal darinya. Hal demikian karena risalah iman senantiasa terhubung sepanjang masa. la mengungkapkan berbagai ketetapan kepada manusia di sepanjang rasul berupaya agar kehidupan manusia berlangsung dengan aman bahagia dan saling menopang di antara potensi-potensi yang ada tanpa ada pertentangan dalam gerak-geriknya. Allah telah memerintahkan itu kepada para rasul dan mengambil perjanjian itu Allah menegaskannya dengan firman- Nya [yang artinya], "Apakah kamu mengakui."Allah mewahyukan kalam yang mengukuhkan tatanan ini kepada mereka. Maka dari itu bagi pengikut nabi tidak boleh menabrak risalah baru yang didukung dengan mukjizat dan diperkuat dengan tatanan yang menjamin kehidupan, keselamatan, dan kebahagiaan bagi tidak hanya menjadikan iman kepada risalah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sebagai pengabaran saja. Dia juga memberikan tanda bagi Muhammad sendiri dalam kitab-kitab yang mendahuluinya, dan mengung- kapkan ciri pribadinya kepada mereka. Penjelasan yang disertai dengan ciri-ciri yang berkaitan dengan pribadinya tentu lebih terang daripada pengabaran tentang dirinya saja dengan dari itu Abdullah bin Salam, saat ditanya Umar Radhiyallahu 'Anhu tentang Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, ia katakan, "Hai, Nak. Aku lebih tahu tentang dia."Umar bertanya, "Kenapa?"Abdullah bin Salam menjawab, "Karena aku tidak ragu tentang Muhammad, bahwa ia seorang nabi. Adapun tentang anakku, bisa saja ibunya berkhianat."Umar pun mencium dari itu Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman [yang artinya], "Mereka mengenalnya sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka."-QS. Al-An'am 20Tidak diragukan bahwa manusia mengenal anak-nya secara cermat. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mempunyai tanda-tanda khusus yang membuktikan sosok beliau Shallallahu Alaihi Wasallam secara perjalanan Isra Mi'raj pun perkaranya bukan sekedar kata-kata. Akan tetapi saat ditanya tentang perjalanan ini, beliau mengatakan, "Aku melihat Musa. Ternyata ia sosok berambut ikal dan kurus. 2 Rambut ikalnya seperti orang juga melihat Isa. Ternyata ia sosok yang berperawakan sedang. Ia seperti keluar dari tempat pemandian. Aku adalah keturunan Ibrahim yang paling mirip dengannya."3Demikian pula yang Allah sampaikan dalam Taurat dan Injil. Bukan pengabaran tentang Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam saja. Allah juga memberikan penjelasan-penjelasan tentang beliau secara detail yang dapat menggambarkan sosok tidak ada kerancuan dengan adanya orang yang menyertai sosok beliau saat masa kedatangan beliau tiba.2 Dharb kurus; dagingnya kurang berisi. Rajl berarti berambut ikal antara lurus dan keriting. Maksud dari perkataan beliau Syanuah adalah sosok yang berpostur tinggi. Karena suku Syanuah dikenal kaum laki-lakinyaberpostur tinggi. Sedangkan perawakan sedang maksudnya tidak tinggi tidak pendek. Muttafaq ' Subhanahu Wa Ta'ala berfirman [yang artinya], "Mereka mengenalnya sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka."Namun di antara mereka ada kalangan yang menyembunyikan kebenaran agar mereka tetap berpegangan pada kendali temporal masa itu. Mereka mengira, saat agama baru datang, kendali temporal ini akan diambil dari mereka dan agama baru pun akan mengendalikan berbagai umat dan Subhanahu Wa Ta'ala menghendaki agar para rasul langit yang diutus ke bumi saling menolong. Bukan saling bertentangan. Tapi, yang satu menolong yang berfirman [yang artinya], "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka rukuk dan sujud, mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir dengan kekuatan orang-orang mukmin. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar."-QS. Al-Fath 29Allah memberikan gambaran tentang orang-orang yang mengimani risalah Rasulullah dalam Taurat dan Injil; karena agama yang diturunkan kepada Muhammad, yakni agama Islam, adalah agama yang takkan ada lagi agama yang datang setelahnya. Maka dari itu Allah mengungkapkan tentang sirah Rasulullah beserta ciri-ciri beliau dan ciri-ciri para pengikut beliau dalam Taurat dan dalam agama ini terdapat sisi yang hilang dari kaum Yahudi yang terjerumus pada materialisme murni dan meninggalkan spiritualitas. Maka dari itu sirah para pengikut Muhammad diungkap dalam Taurat, "Tanda- tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud."Saat kaum Yahudi bersikap melampaui batas dalam materialisme, Allah datangkan seorang rasul yang condong dan memperhatikan sisi spiritualitas, yaitu Sayyidina Isa putra Maryam 'Alaihimassalam, agar terjadi keseimbangan dalam menjalani kehidupan tanpa berlebihan dan tidak pula demikian Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mempersiapkan bahwa setiap rasul telah disampaikan kabar gembiranya oleh rasul sebelumnya. Tidak ada pertentangan-pertentangan dalam risalah-risalah mereka. Lantaran Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sebagai penutup kafilah risalah, tentunya Allah Subhanahu Wa Ta'ala harus mengungkap ciri-ciri beliau bukan dengan penuturan kata-kata, akan tetapi dipaparkan dalam gambaran fisik, di mana begitu melihat beliau maka mereka mengenal dari itu kita mendapati Sayyidina Salman al- Farisi saat melihat Rasulullah di Madinah. Ia melihat sekian banyak tanda pada beliau. Ia pun ingin melihat tanda secara ia melihat di bahu Rasul tanda penutup tetapi apakah itu bermanfaat? Ya. Banyak orang yang mengimani bin Salam pernah mengatakan kepada Rasulullah setelah ia masuk Islam, "Wahai Rasulullah, Yahudi itu kaum yang mengada-ada kedustaan. Bila mereka mengetahui keislamanku sebelum engkau menanyakan kepada mereka, mereka akan mengada- adakan kedustaan di sisimu."Kemudian datanglah kaum Yahudi, sementara Abdullah menyelinap masuk rumah. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bertanya, "Seperti apa Abdullah bin Salam di antara kalian?"Mereka menjawab, "Di antara kami, ia orang yang paling luas pengetahuannya, putra orang yang paling luas pengetahuannya di antara kami. Jadi, ia sosok terbaik putra sosok terbaik dari kami."Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam kembali bertanya, "Bagaimana menurut kalian bila ia masuk Islam?""Semoga Allah melindunginya dari itu," jawab langsung keluar menemui mereka seraya berkata, "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah."Mereka berkata, "Dia ini orang terburuk putra orang terburuk di antara kami."Mereka pun melecehkannya." 4Ciri-ciri yang dituturkan dengan kata-kata dan ciri- ciri yang tergambarkan pada fisik sudah disampaikan. Tidak ada ruang untuk mengatakan bahwa agama-agama samawi saling bertentangan. Semuanya saling menopang bahwa "realita bumi" terhubung dengan "ketetapan langit" sesuai tuntutan kondisi zaman baik dari segi waktu maupun orang yang berilmu terasing dari sebagian kaumnya, dan setiap lingkungan mempunyai sisi-sisi yang4 Dari hadis yang disampaikan oleh al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab Awal Penciptaan, dari Anas Radhiyallahu 'Anhupositif maupun yang negatif. Hingga, datang seorang rasul membenahi sisi tertentu yang negatif di tempat tetapi Allah mengutus rasul-Nya Shallallahu 'Alaihi Wasallam setelah berbagai sisi negatif ini menyatu di dunia. Rasul kita datang untuk membenahi sisi-sisi negatif berskala global. Rasulullah datang lengkap dengan bukti ciri-ciri beliau dan ditopang dengan ajaran-ajaran beliau yang meringankan beban dan belenggu yang mengekang mereka. Beban yang memberatkan mereka dan belenggu yang mengekang kedua tangan sampai ke tengkuk leher mereka, yang membuat orang tidak bisa bergerak sebutkan ciri-cirinya. Allah persiapkan akal pikiran bagi manusia untuk menerima kedatangan risalahnya. Allah lepas belenggu mereka dengan cahaya yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Sebab, risalah Nabi Muhammad adalah risalah yang utuh dan Buku Habibana Muhammad, Keagungan beliau dan Hukum Bagi Pencelanya, Penulis Muhammad Ahmad Vad'aqDemikian Artikel " Nabi Muhammad Di Dalam Al-Quran, Injil, Zabur, dan Taurat "Semoga BermanfaatWallahu a'lam BishowabAllahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jamaah -
Agansekalian, tahu tidak 4 Kitab ALLAH yaitu Kitab Taurat, Zabur, Injil, dan Al Qur'an. Ayo kita coba kaji 4 Kitab ALLAH ini : 1. Kitab Taurat. Kitab ini diturunkan ALLAH Swt kepada Nabi Musa as dalam bahasa Ibrani. Dalam kitab taurat ini terkandung hukum syarak dan keyakinan kepada ALLAH. Dan juga diterangkan bahwa seorang Nabi akhir Zaman
Pertanyaan Saya mohon informasi, apakah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam disebutkan dalam Injil? Apakah namanya benar-benar disebutkan atau sekedar isyarat saja? Referensi apa yang dapat digunakan dalam masalah ini. Apakah para penulis dan penerjemah Injil telah melakukan penyimpangan dalam masalah ini? Teks Jawaban Taala berfirman dalam Kitabnya وإذ قال عيسى ابن مريم يا بني إسرائيل إني رسول الله إليكم مصدقا لما بين يدي من التوراة ومبشرا برسول يأتي من بعدي اسمه أحمد فلما جاءهم بالبينات قالوا هذا سحر مبين سورة الصف 6 “Dan ingatlah ketika Isa Ibnu Maryam berkata "Hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, Yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan datangnya seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad Muhammad." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata "Ini adalah sihir yang nyata." SQ. As-Shaff 6 Allah Ta’ala berfirman , الذين يتبعون الرسول النبي الأمي الذي يجدونه مكتوبا عندهم في التوراة والإنجيل يأمرهم بالمعروف وينهاهم عن المنكر ويحل لهم الطيبات ويحرم عليهم الخبائث ويضع عنهم إصرهم والأغلال التي كانت عليهم فالذين آمنوا به وعزروه ونصروه واتبعوا النور الذي أنزل معه أولئك هم المفلحون سورة الأعراف 157 “yaitu orang-orang yang mengikut rasul, Nabi yang Ummi yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya Al Quran, mereka Itulah orang-orang yang beruntung.” SQ. Al-A’raf 157 Kedua ayat tersebut menunjukkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah disebut dalam kitab Taurat dan Injil, meskipun Yahudi dan Nashrani mengaku bahwa hal itu tidak ada. Namun firman Allah Ta’ala lebih baik pembicaraannya dan lebih benar. Yang terdapat dalam kitab-kitab sebelumnya adalah sebagai berikut Pertama Disebutkan dalam kitab Taurat lembaran kedua perbaikan, paragraph 18 dan 19, “Wahai Musa, Aku akan utus seorang Rasul untuk Bani Israil dari sudara mereka seperti engkau, aku jadikan firmanku padanya dan menyampaikan kepada mereka apa yang diperintahkan kepadanya. Orang yang tidak menerima ucapan Nabi tersebut yang berbicara atas namaKu, maka Aku akan menghukumnya dan keturunannya.” Teks ini ada pada mereka hingga sekarang. Ucapan “Dari saudara mereka”, seandainya Nabi tersebut dari kalangan mereka, maka Dia akan berkata Aku akan utus seorang Nabi dari kalian’ akan tetapi Dia berfirman Dari saudara mereka’ maksudnya adalah dari anak keturunan Ismail. Kedua Disebutkan dalam kitab Injil Yohanes perbaikan keenambelas, paragraph 16-17, “Sesungguhnya yang baik bagi kalian adalah aku berangkat, karena jika aku tidak berangkat farkalit tidak mendatangi kalian. Jika aku pergi, akau akan utus dia kepada kalian. Jika datang, maka dia akan mengecam dunia atas dosa. Aku memiliki firman yang banyak yang akan Aku sampaikan kepada kalian, akan tetapi kalian tidak dapat menanggungnya. Akan tetapi, jika telah datang ruhul haq, maka dialah yang akan membimbing kalian kepada seluruh kebenaran, karena dia tidak berbicara dari dirinya, akan tetapi dia berbicara sebagaimana yang dia dengar dan menyampaikan kepada kalian semua apa yang sampai kepadanya.” Kesimpulan ini tidak berlaku kecuali terhadap Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Ibnu Qayim rahimahullah berkata, “Dikatakan dalam kitab Taurat dalam lembaran kelima, “Allah datang dari Sinai, lalu tampak dais air dan di bukit Faran, bersamanya ada bukit-bukit kemenangan di tangan kanannya.” Ayat ini mengandung tiga kenabian; Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Kedatangannya dari Sinai, dia merupakan gunung tempat Allah berbicara dengan Nabi Musa serta kabar tentang kenabiannya. Penampakannya di Sair, dia tempat munculnya Almasih di Baitulmaqdis, Sair merupakan kampung yang dikenal hingga sekarang. Ini merupakan kabar gembira bagi kenabian Almasih. Faran adalah Mekah. Allah menyerupakan kenabian Musa dengan kedatangan Subuh, sedangkan kenabian Almasih sesudahnya dengan pancaran cahaya, sedangkan kenabian penutup Nabi dengan meningginya matahari dan cahayanya yang tampak menerangi ufuk. Dan kenyataannya terjadi demikian sebagaimana disampaikan secara persis. Karena Allah Ta’ala ingin memecahkan malam kekufuran dengan Nabi Musa, maka dia meneranginya dengan fajar kenabian, lalu sinarnya semakin terang dengan kenabian Isa Almasih, dan cahayanya semakin sempurna dan terbuka menyeluruh bumi dengan kenabian Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Disebutkannya kenabian yang tiga ini yang mengandung kabar gembira, sesuai dengan apa yang Allah sebutkan dalam awal surat, والتين والزيتون ، وطور سينين ، وهذا البلد الأمين “Demi buah Tin dan buah Zaitun, dan demi bukit Sinai, Dan demi kota Mekah ini yang aman. “ SQ. At-Tin 1-3 Lihat Hidayatul Hayari, hal. 110, serta apa yang disebutkan oleh Ibnu Qayim dalam perjanjian lama lembarang kedua perbaikan 33 paragraf 1 Keempat Syekh Abdulmajid Azzandani menyebutkan dalam kitabnya Kabar gembira kedatangan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dalam kitab terdahulu’ Sesungguhnya dalam Injil Barnabas, bab 22, disebutkan di dalamnya, “Hal ini akan tetap demikian, hingga datang Muhammad Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam Yang apabila datang, maka dia akan menyingkap penipuan yang menimpa orang-orang yang beriman kepada syariat Allah.” Disebutkan dalam lembaran Asy’iya, “Aku jadikan namamu Muhammad wahai Muhammad, wahai makhluk suci Tuhan, namamu telah ada sejak dahulu.” Disebutka dalam lembaran Asyiya, “Aku memberikannya apa yang tidak Aku berikan kepada selainnya, Ahmad, dipuji Allah dengan pujian yang baru, akan datang menjadi makhluk paling utama di muka bumi, manusia akan gembira dengannya, mereka akan bertauhid dengan penuh kemuliaan, mereka akan mengagungkannya di semua tempat.” Para ulama telah menyebutkan sejumlah tempat yang di dalamnya disebutkan nama Nabi shallallahu alaihi wa sallam, kadang dengan menyebut namanya secara jelas, kadang dengan menyebut sifatnya yang tidak sesuai kecuali dengan Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Anda dapat merujuk teks-teks tersebut dalam link berikut; Ketahuilah bahwa pada kitab-kitab Injil dan Taurat yang ada sekarang telah terjadi perubahan. Para sejarawan non muslim pun telah memastikan hal ini. Akan tetapi, walaupun demikian, kita tetap masih mendapatkan berita gembira teentang kedatangan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Syekh Rahmatullah Alhindi telah menyebutkan Ketahuilah, seseorang semestinya mempersenjatai dirinya dengan ilmu yang benar dan cukup ketika akan berdebat dengan orang Nashrani. Karena, walaupun mereka tidak memiliki argument, hanya saja mereka berusaha menebar syubhat keraguan di tengah manusia agar mereka menyerah kepadanya dan kebenaran tersembunyi. Allah Maha menyempurnakan cahayaNya walaupun orang-orang kafir membencinya. Di antara kitab yang bermanfaat dalam masalah ini adalah Izharul Haq’ karangan Syekh Rahmatullah Alhindi, kitab Hidayatul Hayari’ karangan Ibnu Qayim dan sebelumnya Aljawabul Ashshahih’ karangan Ibnu Taimiah. Wallahua’lam.
NabiMuhammad juga telah disebut dalam kitab agama Persia dan Hindu. Seperti dikutip dari buku berjudul "Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad, Volume 1" oleh Moenawar Khalil, disebutkan bahwa datangnya Nabi Muhammad SAW kepada umat manusia telah disebutkan dan dinyatakan dalam kitab Taurat dan Injil. MALANGTIMES - Nama kecil Rasulullah SAW adalah Muhammad. Itu sebabnya, Rasulullah SAW juga sangat dikenal sebagai Nabi Muhammad SAW. Sebelum identitas sebagai Rasulullah SAW terbuka, nama Nabi Muhammad SAW bahkan sudah tercatat dalam Kitab Taurat dan Kitab Injil sebagai nabi terkahir. Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, identitas Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah atau Rasulullah SAW pada dasarnya telah diungkapkan melalui berbagai tanda-tanda. Baca Juga Mata Terluka Saat Perang Khaibar, Ludah Rasulullah Menjadi Jalan Kesembuhan Ali Salah satunya disampaikan oleh pendeta termasyhur di Negeri Syam bernama Bakhirah. Pendeta tersebut menjadi salah satu pendeta yang selalu menunggu kehadiran nabi terakhir sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Taurat dan Injil. Kisah itu bermula saat Nabi Muhammad SAW yang masih berusia 12 tahun ikut serta dalam rombongan sang paman yaitu Abu Thalib untuk berdagang ke Negeri Syam. Perjalanan itu menjadi perjalanan pertama Rasulullah SAW. Karena sebelumnya, anak-anak tak pernah disertakan dalam perjalanan panjang untuk berjualan. Namun saat itu, Nabi Muhammad menangis dan memohon kepada pamannya untuk ikut dalam perjalanan berdagang. Sampai pada akhirnya sang paman mengizinkan Nabi Muhammad ikut serta dalam perjalanan. Saat hendak sampai ke Negeri Syam, Pendeta Bakhirah yang selalu mengamati perjalanan orang Jazirah Arab dari jendela melihat hal berbeda dari rombongan Rasulullah SAW dengan sang paman. Bakhirah saat itu melihat jika rombongan Nabi Muhammad SAW dan pamannya selalu diiringi awan. Sehingga terlihat sangat teduh dibanding dengan para pedagang lain yang berjalan secara berkelompok. Bukan hanya itu, Bakhirah juga melihat daun-daun pohon menunduk saat rombongan Rasulullah SAW berteduh di bawah pohon. Hal itu membuat Bakhirah heran dan meminta staffnya mengundang rombongan Rasulullah SAW dan sang paman untuk makan di dalam gereja. Maka undangan itu diterima, dan paman Rasulullah SAW beserta rombongan masuk serta menikmati jamuan. Sedangkan Rasulullah SAW ditinggalkan di luar untuk menjaga barang-barang. Karena tradisi orang Arab Quraisy saat itu, menjadi sebuah aib jika orang dewasa makan bersama dengan anak kecil. Tradisi saat itu, anak kecil selalu makan setelah orang tua selesai makan. Bakhirah yang paham betul dengan ciri-ciri nabi terkahir sebagaimana tercatat dalam Kitab Taurat dan Kitab Injil pun melihat satu persatu tamu yang memenuhi undangannya. Maka dilihatnya tak satupun yang sesuai dengan ciri yang disampaikan dalam Kitab Taurat dan Injil. Maka Bakhirah bertanya, "Apakah masih ada orang dari kafilah yang tidak ikut?" maka dijawab jika masih ada. Seorang anak kecil yang ditinggal bersama barang-barang. Bakhirah kemudian meminta untuk bertemu dan mendapat izin. Maka Bakhirah bertemu dengan Rasulullah SAW dan melihat ciri-cirinya sebagaimana didetailkan dalam Kitab Taurat dan Injil. Ciri Rasulullah SAW adalah memiliki alis seperti busur panah berwarna hitam, kulit putih, pipi kemerahan, rambut berombak, dan pundak kanan memiliki tanda kenabian, berupa daging gumpalan berwarna merah dan dikelilingi bulu yang lebat. Semua nabi pun memiliki ciri tanda di punggung yang sama. Bakhirah pun bertanya pada Rasulullah SAW yang saat itu masih berusia 12 tahun, "Hai anak kecil, saya bertanya kepada kamu atas nama Lat dan Uzza, jujurlah." Maka Rasulullah SAW menjawab, “Jangan engkau sebutkan nama dua berhala itu. Karena saya tidak menyukai keduanya.” Belum pernah orang Quraisy seperti itu. Karena dulu, orang Quraisy telah mempertuhankan dua berhala tersebut. Namun Rasulullah SAW yang masih berusia 12 tahun menegaskan jika ia membencinya. Baca Juga Kisah Lucu Nabi Palsu Saat Hendak Meniru Mukjizat Rasulullah SAW Hal itu membuat Bakhirah heran dan terkejut. Maka saat itu Bakhirah meminta izin untuk melihat pundak kanan Rasulullah SAW, dan diizinkan. Saat itu Bakhirah melihat tanda kenabian Rasulullah SAW sambil mencium pundak Rasulullah SAW dan memeluknya. Lalu Bakhirah berkata, “Kaulah orangnya." Bakhirah kemudian membawa Rasulullah SAW masuk ke dalam gereja. Padahal saat itu orang Arab beranggapan jika anak kecil ikut makan dengan orang dewasa adalah sebuah aib yang memalukan. Maka Bakhirah bertanya mengapa saat itu Rasulullah SAW ditinggalkan di luar. Rombongan menjawab jika itu dikarenakan Rasulullah SAW merupakan anak kecil. Lalu Bakhirah kembali bertanya, "Siapa wali dari anak ini?" Kata Abu Thalib, "Saya ayahnya." Maka Bakhirah berkata, "Kau dusta. Anak ini ayahnya mati saat dia masih di kandungan berusia enam bulan. Ibunya meninggal saat ia usia enam tahun. Kakeknya menaunginya selama dua tahun sampai usia delapan tahun. Kalaupun benar kau walinya, maka kau adalah pamannya." Abu Thalib heran dan Bakhirah mengambil serta menunjukkan Kitab Injil sembari berkata, “Anak ini adalah Nabi terakhir yang ditunggu-tunggu oleh seluruh ahli kitab. Tapi bawa dia kembali ke Arab sekarang. Karena jika orang Yahudi tahu dia keturunan Arab, pasti akan dibunuh. Karena orang Yahudi maunya adalah keturunan dari Israil.” Akhirnya Abu Thalib membawa Rasulullah SAW kembali pulang dengan rasa ketakutan. Jauh sebelum itu, kakek Rasulullah SAW yaitu Abdul Munthalib telah terlebih dulu bertemu dengan seorang pendeta. Saat itu, sang kakek dengan tiga orang temannya. Saat bertemu, pendeta tersebut berkata kepada Abdul Munthalib, "Akan keluar dari kotamu nabi terakhir, dan namanya Muhammad." Maka Abdul Munthalib bertanya dari mana pendeta itu tahu, dan pendeta menjawab jika itu telah dijelaskan dalam Kitab Taurat dan Injil. Kemudian Abdul Munthalib kembali ke Arab bersama tiga kawannya, dan sepakat menamai cucunya Muhammad jika salah satu di antara cucu mereka lahir terlebih dulu. Lalu Abdul Munthalib saat itu menjadi yang pertama memiliki cucu laki-laki. Maka saat itu, Abdul Munthalib memberi nama cucunya Muhammad. Itu sebabnya, saat memberikan berita tentang kenabiannya, Rasulullah SAW juga menyampaikan jika ia merupakan cucu dari Abdul Munthalib. Sebagaimana juga tercatat dalam Kitab Taurat dan Kitab Injil. Berita kenabian itu disampaikan Rasulullah SAW dengan berkata, "Aku adalah Nabi, tidak ada dusta di situ, dan aku adalah cucu dari Abdul Munthalib," HR Bukhori Muslim. Belikoleksi Muhammad Dalam Injil online lengkap edisi & harga terbaru June 2022 di Tokopedia! ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Kurir Instan ∙ Bebas Ongkir ∙ Cicilan 0%. Saya dan Imam Ruswan mempunyai hubungan yang sangat baik. Dia bertanya kepada saya, mengapa umat Nasrani tidak percaya Muhammad disebut dalam Kitab Taurat. “Di manakan dia disebutkan?” saya bertanya. “Dalam Kitab Ulangan 18,” jawabnya. Lalu kami membincangkannya bersama. Allah Menjanjikan Seorang Nabi akan Datang Dalam Kitab Ulangan, Allah memberitahukan pada Musa “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini . . . dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya” Taurat, Ulangan 1818. Umat Muslim Percaya ini Merujuk kepada Muhammad Saya mengerti mengapa Muslim memikirkan ayat tersebut merujuk kepada Nabi Islam. Sudah tentu, bila Nabi Islam adalah pribadi yang penting bagi Muslim, seharusnya Muhammad disebut dalam Kitab Taurat atau Injil. Tetapi apakah ramalan ini merujuk kepadanya? Nabi itu Adalah Orang Yahudi Hal yang pertama yang harus kita teliti adalah nabi yang akan datang itu adalah seorang yang berbangsa Yahudi, sama seperti Musa. Nabi Islam bukanlah seorang yang berbangsa Yahudi, bukan? Karena itu, firman tersebut bukanlah merujuk kepada Nabi Islam. Email kami jika Anda tidak setuju. Ratusan Nubuatan Merujuk Kepada Isa Terdapat lebih dari 300 nubuatan dalam Kitab Taurat tentang kedatangan dan pekerjaan Isa Al-Masih yang telah Ia genapi. Isa berkata, “Inilah perkataan-Ku . . . bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur. Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci” Injil, Rasul Lukas 2444-45. Dia Hanya Membicarakan Firman Allah Allah menjanjikan nabi ini, “Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya” Ulangan 1818. Apakah Isa membicarakan firman Allah atau perkataan-Nya sendiri? Injil Yohanes 11 dan Al-Quran Qs 339 merujuk kepada Isa sebagai Firman Allah. Isa berkata bahwa Dia hanya memberitakan firman yang telah Allah berikan kepada-Nya. “Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa* [Allah], yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku” Injil, Yohanes 1249-50. Adakah Kita Menaati-Nya? Allah berkata, “dialah yang harus kamu dengarkan” Taurat, Ulangan 1815. Imam Ruswan mendengar dan menyelidiki kebenaran tentang Isa sesuai dengan janji Allah kepada Musa. Bukti ini menunjukkan kepada satu, yaitu Isa Al-Masih. Dalam ayat-ayat di atas, kita membaca bahwa Isa “membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.” Maukah Anda minta Isa untuk melakukannya untuk Anda? Ini sangat penting karena Isa berkata bahwa firman Allah “membawa kepada kehidupan kekal.” Hubungi kami jika Anda ingin minta Isa membuka pikiran Anda untuk mengerti Firman Allah. *Apabila Isa Al-Masih mengatakan bahwa Allah adalah “Bapanya”, ini membicarakan tentang hubungan sorgawi, bukan bapa fizikal atau biologi. [Staf Isa dan Islam – Untuk masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Isa dan Islam.] Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut Mengapa nabi yang disebut dalam Kitab Taurat tidak cocok dengan Muhammad? Mengapa penting bahwa Isa Al-Masih menggenapi lebih dari 300 nubuat dari Taurat? Apakah saudara ingin Isa Al-Masih membuka pikiran saudara untuk memahami Kitab Suci? Jelaskan alasanya! Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Artikel Terkait Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut Benarkah Ramalan Nabi Islam Tertulis Dalam Kitab Ulangan 18? Tidak Ada Nubuat Tentang Muhammad Dalam Kitab Allah! Apakah Isa Al-Masih Sama Dengan Nabi-Nabi Lainnya? Keistimewaan Identitas Muhammad dan Isa Al-Masih Video Apakah Isa Al-Masih Melebihi Nabi Lain? Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.” Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS/WA ke 0812-8100-0718
Yahudipada masa Rasulullah SAW mengakui ciri-ciri beliau di Saturday,23 Sya'ban 1443 / 26 March 2022 Jadwal Shalat. Mode Layar. Al-Quran Digital Nabi Muhammad Muslimah Kisah Fatwa Mozaik Kajian Alquran Doa hadist. Internasional. Timur tengah Palestina Eropa Amerika Asia Afrika Jejak Waktu Australia Plus DW.
Sebelum Alquran diturunkan, Allah SWT telah mengabarkan tentang keutamaan Rasulullah SAW yang tertuang dalam kitab-kitab samawi. Karena itu, para ahli kitab pun telah mengetahui tanda-tanda keutamaan Rasulullah. Seperti dikisahkan tentang bagaimana seorang pemuka Yahudi mengakui kerasulan Nabi Muhammad SAW yang telah tercantum dalam Taurat dan Injil. Sahabat bin Malik al Asyjai menceritakan pada suatu hari Nabi Muhammad SAW melakukan suatu perjalanan. Malik al Asyjai pun turut menyertai Nabi hingga mereka masuk ke dalam Sinagog Yahudi pada saat orang-orang Yahudi sedang merayakan hari rayanya. Orang-orang Yahudi itu pun tak menyukai kedatangan Nabi dan Malik al Asyjai berada di tengah-tengah mereka. Rasulullah pun berkata kepada orang-orang Yahudi itu. "Wahai kaum Yahudi, beritahukanlah kepadaku ke-12 lelaki di antara kalian yang bersaksi bahwasanya tiada tuhan, melainkan Allah dan bahwa Muhammad itu utusan Allah. Niscaya Allah akan mengugurkan pada setiap Yahudi yang ada di bawah kolong langit, kemurkaan yang ditimpakan pada mereka." Seketika orang-orang Yahudi itu pun terdiam. Tak ada satu orang pun yang menjawab. Rasulullah kemudian mengulangi pernyataan sampai tiga kali, tetapi tak ada satu orang pun yang menjawab. Maka, Rasulullah pun berkata "Kalian tak mau? Maka demi Allah, akulah al Hasyir yang mengumpulkan dan akulah al Aqib yang datang kemudian dan akulah al Muqaffa yang dihormati. Kalian percaya atau mendustakan?," Nabi Muhammad pun pergi dengan disertai Malik al Asyjai. Ketika hampir keluar dari Sinagoge, tiba-tiba ada seorang lelaki Yahudi dari arah belakang Rasulullah berkata "Sepertinya engkau Muhammad." Lelaki itu pun menghadap pada kaumnya, yakni orang-orang Yahudi seraya berkata, “Lelaki macam apa kalian mengenal diriku di kalangan kalian, wahai kaum Yahudi?” Orang-orang Yahudi itu pun menjawab bahwa sesungguhnya mereka tidak mengenal seseorang pun yang lebih mengetahui tentang Alkitab dan lebih mengerti tentang isinya dibandingkan lelaki Yahudi itu dan silsilah keluarganya. Seketika itu lelaki Yahudi itu justru bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi sebagaimana dijelaskan dalam kitab samawi. “Sesungguhnya aku bersaksi dengan nama Allah bahwa dia adalah nabi yang kamu dapati tercantum dalam Taurat dan Injil.” Akan tetapi, kaum Yahudi tidak memercayai ucapan lelaki itu dan menyebutkannya telah berdusta dan membantahnya. Rasulullah kemudian menimpali bahwa sesungguhnya orang-orang Yahudi itulah yang berdusta dan perkataannya tidak diterima. Lelaki Yahudi yang paling pandai di antara kaumnya itu pun menghampiri Nabi Muhammad dan mengakui kenabian Rasulullah. Dia adalah Abdullah bin Salam. Setelah itu Rasulullah, Malik al Asyjai dam Abdullah bin Salam meninggalkan orang-orang Yahudi itu. Maka, Allah menurunkan surah al Ahqaf ayat 10 قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَكَفَرْتُمْ بِهِ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ مِثْلِهِ فَآمَنَ وَاسْتَكْبَرْتُمْ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ “Katakanlah Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Alquran itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui kebenaran yang serupa dengan yang tersebut dalam Alquran lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” Begitu pun kisah raja Romawi, yakni Heracleus yang mengakui tentang kenabian Rasulullah ketika berbicang dengan Abu Sufyan yang memimpin rombongan ke Syam. Kepada Abu Sofyan Heracleus mengatakan “Seandainya semua apa yang kamu katakan ini benar, pasti dia akan menguasai kerajaan yang ada di bawah kakiku ini. Sungguh aku telah menduga bahwa dia tidak ada di antara kalian sekarang ini, seandainya aku tahu jalan untuk bisa menemuinya, tentu aku akan berusaha keras menemuinya hingga bila aku sudah berada di sisinya pasti aku akan basuh kedua kakinya." Untuk kisah lengkapnya bisa melihat hadits Bukhari nomor 6. Sumber alukah Inibisa dilihat di Perjanjian Lama, Kejadian 21:8-21. Sehingga jelas yang dimaksud Paran dalam kitab Taurat adalah kota Makkah. Alhasil, nubuat dalam ayat kitab Taurat itu berhubungan dengan tiga Nabi sekaligus yakni Nabi Musa, Nabi Isa dan Rasulullah Muhammad sebagai nabi yang terakhir. Kemudian dalam lanjutan ayat di kitab Taurat itu Pendeta Yahudi dan Nasrani pun Tahu Kedatangan Nabi Muhammad. Ilustrasi Rasulullah Oleh Yunahar Ilyas JAKARTA - Pendeta Buhaira adalah salah satu contoh bagaimana Ahlul Kitab sudah banyak mendapatkan informasi dari Taurat dan Injil tentang kedatangan Nabi yang terakhir. Alquran mengatakan bahkan mereka sudah mengenal Nabi yang terakhir itu sebelum beliau diutus seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Allah SWT berfirman ٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ يَعۡرِفُونَهُۥ كَمَا يَعۡرِفُونَ أَبۡنَآءَهُمۡۖ وَإِنَّ فَرِيقٗا مِّنۡهُمۡ لَيَكۡتُمُونَ ٱلۡحَقَّ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ “Orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah Kami beri Al kitab Taurat dan Injil mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.“ Al-Baqarah 2 146 Hal yang sama diungkapkan juga dalam Surat Al-An’am ayat 20. Di antara pendeta Yahudi dan Nasrani yang mengetahui berita dan sifat-sifat Nabi terakhir yang akan diutus setelah Nabi Isa AS itu ada yang beriman, seperti Abdullah ibn Salam. Ada pula yang menyembunyikan informasi itu seperti yang disebutkan dalam ayat di atas, bahkan ada yang malah mengubahnya. Betapa pun mereka berusaha menyembunyikan berita tentang kedatangan Nabi yang terakhir itu, tetapi sampai sekarang masih tercantum dalam Kitab Perjanjian Lama beberapa teks keagamaan yang tidak sempat mereka ubah atau tidak mereka sadari, sehingga tetap tercantum yang menunjukkan kenabian dan kerasulan beliau. Misalnya, dalam Perjanjian Lama Kitab Ulangan 332 disebutkan “Tuhan telah datang dari Torsina dan telah terbit bagi mereka dari Seir dan kelihatan ia dengan gemerlapan cahaya-Nya dari gunung Paran”. Teks ini sebagai berbicara tentang kedatangan Islam yang berpancar dari Makkah. Gunung Paran menurut Kitab Perjanjian Lama, Kitab Kejadian 2121 adalah tempat putra Ibrahim, yakni Nabi Ismail bersama ibunya Hajar, memperoleh air Zam-Zam. Dengan demikian, yang tercantum dalam Kitab Ulangan di atas mengisyaratkan tiga tempat terpancarnya ajaran Allah yang dibawa oleh tiga orang nabi, yaitu Tursina, tempat Nabi Ismail dan ibunya Hajar mendapatkan air Zam-Zam. Siapakah nabi yang datang dari Paran membawa ajaran Ilahi itu? Adakah selain Nabi Muhammad SAW? Kesaksian sejarah membuktikan hanya Nabi Muhammad saw sendiri. Tafsir Al-Misbah Jilid 1, 331 sumber Suara MuhammadiyahBACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
Makabenarlah apa yang difirmankan Allah tentang keagungan nabi Muhammad. SAW dalam Al-Qur'an Al-Karim: Dari pada itu juga mereka mulai menyelewengkan, menyembunyikan, mengganti, dan merubah sebagian besar isi dari kitab Taurat dan Injil baik yang berkenaan dengan keberadaan nabi Muhammad maupun ajaran yang lainnya.
Jakarta - Allah SWT telah menurunkan wahyu berupa 4 kitab kepada keempat rasul-Nya. Salah satunya kitab Taurat. Siapa rasul penerimanya?Turunnya kitab kepada para rasul diterangkan dalam QS. Al Baqarah ayat 4 sebagai berikutوَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَArtinya "dan mereka yang beriman kepada Kitab Al Quran yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat."Adapun kitab yang dimaksudkan antara lain kitab Zabur, Taurat, Injil, dan Al Quran. Selain menurunkan kitab, Allah SWT juga menurunkan wahyu-Nya dalam bentuk suhuf atau kitab dan rasul yang menerimanya1. Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa Kitab Al Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad Taurat diturunkan untuk memberikan petunjuk bagi kaum Bani Israil. Kitab ini ditulis dalam bahasa Ibrani. Turunnya kitab Taurat termaktub dalam QS. Al Isra ayat 2 sebagai berikutوَءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَٰبَ وَجَعَلْنَٰهُ هُدًى لِّبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَلَّا تَتَّخِذُوا۟ مِن دُونِى وَكِيلًاArtinya "Dan Kami berikan kepada Musa kitab Taurat dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil dengan firman "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku," QS. Al Isra 2Isi Kitab TauratKitab Taurat berisikan 10 pokok peraturan atau perintah yang sering disebut dengan The Ten Commandments. Secara keseluruhan kitab Taurat berisi tentang perintah untuk mengesakan Allah SWT, menghormati ayah ibu, dan menyucikan hari larangan di dalamnya meliputi menyembah berhala, menyebut nama Allah SWT dengan sia-sia, membunuh manusia, berzina, mencuri, menjadi saksi palsu, dan mengambil hak orang lain. Berikut isi kitab Taurat seperti dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam oleh Tuti Yustiani1. Jangan ada pada Tuhan lain di Jangan membuat patung ukiran dan jangan pula menyembah patung karena Aku Tuhan Jangan kamu menyebut Tuhan Allahmu dengan Ingatlah kamu akan hari sabat Sabtu, supaya kamu sucikan Berilah hormat kepada ibu Jangan membunuh sesama Jangan Jangan Jangan menjadi saksi Jangan berkeinginan memiliki hak orang keberadaan kitab yang diturunkan Allah SWT termasuk dalam rukun iman yang wajib diyakini umat Islam. Simak Video "Jaga Kearifan Lokal, Masjid Al-Hikmah Dibangun dengan Nuansa Khas Bali" [GambasVideo 20detik] erd/erd
Kamimenemukan di dalam kitab Taurat, 'Muhammad adalah utusan Allah, hamba-Ku yang terpilih, dia tidak keras dan tidak kasar, tidak membuat gaduh di pasar-pasar, tidak membalas keburukan dengan keburukan, akan tetapi dia memaafkan dan mengampuni. Selain itu, dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Atha' bin Yasar, dia berkata;
Kitab Taurat menegaskan Muhammad SAW nabi dan rasul pamungkas. Rasulullah SAW ilustrasi Berita tentang kedatangan nabi dan rasul terakhir, yaitu Muhammad SAW tidak hanya disebutkan dalam Injil, tetapi juga kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa AS. Allah SWT berfirman, dalam Surat Al Araf ayat 157. "Yaitu orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka." Menurut Ibnu Al Jauzy dalam kitab Al Wafa, dalam Taurat, Nabi Muhammad memiliki ciri-ciri yang sama dengan yang ada dalam Alquran. Dalam Taurat Nabi Muhammad diutus sebagai saksi, dan pembawa kabar gembira serta pemberi peringatan, untuk menjaga agama. Muhammad SAW disebut Al-Mutawakkil, bukan orang yang berperangai jahat, bukan pula orang yang kasar, dan bukan orang suka berteriak di pasar. Dia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, akan tetapi pemaaf. Allah SWT tidak akan mencabut nyawa beliau sebelum agama yang bengkok menjadi lurus, sehingga mereka semua mengucapkan kalimat La llaha illallah. Allah membuka melalui beliau mata orang-orang yang buta, telinga-telinga yang tuli dan hati-hati yang lalai." Lafal hadis ini hanya diriwayatkan Al Bukhari. Dalam Taurat juga dijelaskan mengenai riwayat hidup Muhammad SAW. Dia lahir di Makkah. Tempat hijrah beliau adalah Thabah Madinah. Kekuasaan beliau berada di Syam. Beliau bukan orang yang keji, tidak pula suka berteriak di pasar dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, akan tetapi beliau suka memberi maaf." Umat beliau adalah orang orang yang suka memuji Allah SWT, bertakbir pada setiap tempat, bertahmid pada setiap rumah. Mereka mengenakan sarung pada setengah badan mereka. Mereka berwudhu dengan membasuh anggota badan mereka. Mereka diserukan di langit. Barisan mereka dalam peperangan seperti barisan mereka pada waktu shalat. Pada malam hari, suara mereka mendengung seperti dengungan lebah. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
\n \n nabi muhammad dalam injil dan taurat
.
  • 5d37073d48.pages.dev/465
  • 5d37073d48.pages.dev/312
  • 5d37073d48.pages.dev/371
  • 5d37073d48.pages.dev/44
  • 5d37073d48.pages.dev/257
  • 5d37073d48.pages.dev/36
  • 5d37073d48.pages.dev/99
  • 5d37073d48.pages.dev/170
  • nabi muhammad dalam injil dan taurat